25 Mei, 2007
PERHATIAN DUNIA EDU
NO TITLE, NO COMMENTS, NO EFFORT
yung yang,,,,,,,,,begitu orang namakan desa itu, seribu kenangan indah aku rasakan di desa ini, banyak kata, banyak kerja, banyak bicara, banyak kertas, atau mungkin banyak teman yang sedang aku rindukan di tempat itu,,,
"NIKMAT atau ISTIDRAJ?
JIWA PENDIDIKAN
Banyak kondisi yang dilalui dan dialami oleh manusia yang membuatnya kehilangan kendali diri dan akhirnya kondisi itu menguasai dirinya sehingga timbullah berbagai fitnah dan pertikaian. Pertikaian ini bisa terjadi di mana saja dan dalam berbagai kepentingan apa saja. Fitnah yang disebabkan karena lepasnya kendali ini, amat berat dan besar dampaknya baik pada orang tersebut maupun terhadap orang lain. Sejarah peradaban manusia senantiasa diwarnai dengan tinta pertikaian. Jenis pertikaiannya pun beragam, mulai dari yang paling kecil sampai pertikaian antar negara bahkan pertikaian antar beberapa negara dengan yang lain.
TEKHNIK MEMBACA
TEKNIK WAWANCARA
Apakah Anda mencari informasi yang luas, pribadi dan profesional dari narasumber?
Apakah Anda mencari informasi mengenai topik tertentu dari narasumber?
Apakah Anda mencari reaksi atas sebuah berita yang sedang hangat?
Apakah Anda bermaksud membongkar lebih banyak fakta tentang sebuah berita kontroversial yang melibatkan narasumber?
TIPS BERGAUL
By Damanhuri Khazin Rahbini
Bergaul adalah sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. Karena manusia sebagai social human membutuhkan instrument untuk melaksanakan tugasnya sebagai orang yang bersosialisasi dengan yang lain. Manusia dari keahlian dan keterampilannya, sangat beragam, oleh karena itu dalam berinteraksi dengan manusia yang lain, diperlukan cara yang beragam pula.
Di samping itu, manusia mempunyai watak dan sifat yang variatif. Seseorang itu adalah manusia. Seseorang yang tinggal di lingkungan yang mengenal dan mempraktekkan agama dengan baik sangat berbeda dengan seseorang yang tinggal bersama dengan gerombolan penjahat dan bajingan.
Di dunia ini yang ada hanya dua, itupun ada, berpasangan dengan lainnya. Dari sikap misalnya, ada baik buruk, dari bentuk, ada gemuk kurus, tinggi pendek, dari usia, tua muda. Dalam hal ini yang menjadi kajian adalah bagaimana cara kita bergaul dengan wartawan. Wartawan adalah seseorang yang berprofesi untuk mencari warta, berita, informasi, kabar dan yang semakna dengan itu.
Diantara tips yang akan penulis paparkan, ketika anda berjumpa, atau dijumpai, atau dikunjungi, dan anda dijadikan obyek oleh si wartawan untuk digali informasinya, antara lain sebagai berikut:
BERSIKAPLAH SOPAN DAN APA ADANYA
Anda tidak sedang berbicara dengan binatang. Tapi anda masih berbicara dengan manusia juga. Maka hargailah dia sebagai seorang manusia yang sama dengan anda. Bersikap ramah merupakan kunci pergaulan anda dengan sesama, balaslah pertanyaannya dengan pertanyaan, jika itu dibutuhkan. Tampakkkan bahwa anda adalah orang yang menyenangkan bagi semua orang. Lebih banyak mendengar lebih efektif dari pada benyak cakap, sia-sia.
TANYAKAN KEPADANYA APA TUJUAN DARI PEMBICARAAN ITU, DIGUNAKAN UNTUK APA?
Walaupun anda sedang berbicara dengan manusia juga. Tapi dia adalah seorang wartawan. Tanyakan dari media apa dia ditugaskan, karena hal ini akan memberikan gambaran kepada anda untuk sikap selanjutnya. Apa agamanya, dan apa hubungannya dengan anda, berhati-hati itu lebih baik ketika anda berbincang dengan seorang wartawan. Jika dia wartawan muslim, mungkin masih memungkinkan untuk anda layani keperluannya, walaupun wartawan muslim bukan jaminan keselamatan anda. Sadarilah bahwa anda sedang berbicara dengan orang yang akan memuat dan memberitakan anda ke publik.
JANGANLAH TERLALU MERENDAH DAN JANGAN JUGA TERLALU MENINGGI
Anda, apapun profesinya tetaplah berada dalam kodrat kemanusian. Jangan terlalu menunduk, sehingga anda berat untuk mendongakkan kepala dan jangan juga mendongak ke langit, sehingga anda malu untuk menunduk ketika anda sudah tidak pantas untuk mendongakkan kepala. Karena manusia itu, kadang salah dan kadang benar, karena iman itu kadang naik dan kadang turun. Anda harus memaksa iman anda stagnan dalam ketinggian yang tanpa puncak, tapi jangan memaksa kondisi stagnan, karena kita pasti mengalami perubahan. Pahami?
BERBICARALAH SEPERLUNYA
Berbicara seperlunya, itu cara yang baik untuk berinteraksi dengannya. Jawablah pertanyaannya seperlunya, tanpa mengurangi hormat anda padanya. Karena dengan begitu anda tidak memancing dia untuk menanyai lebih dalam tentang sesuatu yang unik dari anda. Hal ini, juga meminimalisir pancingannya berhasil bagi anda.
Surabaya, 14 April 2007.
24 Mei, 2007
TEKHNIK MENULIS: ENAM LANGKAH,
Enam langkah tersebut adalah:1 PencelupanAnda harus masuk ke dalam subjek anda, hampir pada keseluruhan poin. Tidak membutuhkan penulisan apapun, tetapi lebih banyak membaca, juga bertanya pada sumber yang tahu. Seorang penulis harus selalu menjadi seorang pengamat yang jeli dan cermat, harus selalu melihat, tidak peduli apa tingkat partisipasinya dalam situasi tersebut. Mark Twain, mengatakan, “Pertama dapatkan fakta-fakta anda, kemudian anda dapat mengubahnya sebanyak yang anda inginkan.” Instrumennya adalah lima ‘W’ satu ‘H’ ditambah pertanyaan, Anehkah?.2 Catatan-catatanAnda harus memandu diri untuk mencatat hal-hal penting dan terpenting dari data-data yang telah anda dapat. Pilihlah yang terbaik dari semua data dan informasi kasar yang anda temukan. Sudah waktunya anda mulai menulis pikiran acak, frase, pertanyaan, bayangan, dan ide lain yang berhubungan dengan subjek. Yang akan berfungsi sebagai dasar untuk artikel, buku, makalah, pidato, dan lain sebagainya.3 Tinjauan ulang dan berpikirIni adalah langkah balik. Anda meninjau ulang catatan-catatan yang sudah anda pilih, dan yang tidak anda pilih. Anda lihat kembali, pikirkan kembali apa yang telah anda pelajari dan amati. Dan yang terpenting, pikirkan ulang visi asli anda untuk produk yang akan anda tulis. Dan selanjutnya anda sudah siap melakukan penulisan yang sebenarnya.4 Daftar isiPada tahap ini atur kekacauan. Susun kerja anda. Buat garis besar apa yang akan tulis, bahkan jika bisa sampai sub-sub yang paling kecil. Lihat dengan seksama bagian perbagian; pembukaan, tengah, dan akhir. Lalu buat jadwal kerja anda!. “Jangan bingung, organisasikanlah!” Joe Hill said.5 Bab demi babInilah saatnya menulis! Bab dami bab. Gabungkanlah bahan-bahan itu sesuai garis yang telah anda buat. Perkaya dengan bahan lain milik anda. Tulis dengan penuh percaya diri. Tulis dengan kekuatan jiwa. Tulis dengan emosi!6 Tinjauan ulang dan perbaikanSekarang, setelah tulisan anda selesai. Anda jangan langsung puas. Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan. Ini saatnya anda mengedit naskah anda. Inilah tekhnik menulis yang baik, sebagaimana ditulis oleh penulis besar Stepehen J. Spignesi. Hoosier Kim Hubbard said,”tidak ada kegagalan kecuali tidak lagi mencoba.”
EMPAT ( 4 ) PILAR PROSES PENDIDIKAN
PENULISAN CERITA PENDEK (CERPEN)
Apapun definisinya, cerpen harus memenuhi kriteria ilmiah secara teoritis dan secara praktis dapat diaplikasikan, antara lain;Pertama, cerita pendek harus pendek. Seberapa pendeknya? Sebatas rampung baca sekali duduk menunggu kereta api. Ia juga harus memberi kesan secara terus-menerus hingga kalimat terakhir. Dengan artian cerpen harus ketat, tidak mengobral detil, dialog hanya diperlukan untuk menampakkan watak, atau menjalankan cerita atau menampilkan problem.Kedua, cerpen mengalir dalam arus untuk menciptakan efek tunggal dan unik. Ketunggalan pikiran dan aksi bisa dikembangkan lewat satu garis dari awal sampai akhir. Dalam cerpen tidak dimungkinkan terjadi aneka peristiwa digresi.Ketiga, cerpen harus ketat dan padat. Setiap detil harus mengarus pada satu efek saja. Dan berakhir pada kesan tunggal. Ekonomisasi kata dan kalimat merupakan salah satu ketrampilan yang dituntut bagi seorang cerpenis.Keempat, cerpen harus mampu meyakinkan pembacanya bahwa ceritanya benar-benar terjadi, bukan suatu bikinan, rekaan. Itulah sebabnya dibutuhkan suatu keterampilan khusus, adanya konsistensi dari sikap dan gerak tokoh, bahwa mereka benar-benar hidup, sebagaimana manusia yang hidup.Kelimat, cerpen harus menimbulkan kesan yang selesai, tidak lagi mengusik dan menggoda, karena ceritanya seperti masih berlanjut. Kesan selesai itu benar-benar meyakinkan pembaca, bahwa cerita itu telah tamat, sampai titik akhirnya, tidak ada jalan lain lagi, cerita benar-benar rampung di situ. Karakateristik cerpenKarakteristik utama cerpen adalah pendek dan singkat. Singkat, maksudnya, tokoh-tokoh yang memegang peranan tidak banyak jumlahnya, bisa jadi hanya seorang, dan paling banyak empat orang. Itu pun tidak seluruh kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh diungkapkan di dalam cerita.Fokus atau titik perhatian di dalam cerita hanya satu. Konfliknya hanya satu, dan ketika cerita itu dimulai, konflik itu sudah hadir di situ. Pendek, artinya, kita tidak menemukan adanya perkembangan cerita. Tidak ada cabang-cabang cerita. Tidak ada kelebatan pemikiran tokoh-tokohnya yang melebar ke pelbagai hal dan masalah. Dan karena jumlah tokohnya terbatas, peristiwanya singkat, waktu berlangsungnya tidak begitu lama, kata-kata yang dipakai harus hemat, tepat dan padat, maka tempat kejadiannya pun juga terbatas, berkisar 1-3 tempat saja. Unsur-unsur dalam cerpen1. TemaGagasan inti, ya itu tema. Dia merupakan pondasi sebuah bangunan. Tidak mungkin mendirikan bangunan tanpa pondasi. Artinya, tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.Ide pokok adalah sesuatu yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembacanya. Sesuatu itu biasanya adalah masalah kehidupan, komentar pengarang mengenai kehidupan atau pandangan hidup pengarang dalam menghadapi kehidupan luas ini. Pengarang tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tidak ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.Diantara tema itu antara lain; (1) Kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan; (2) Persahabatan sejati adalah setia dalam suka dan duka; (3) Cinta adalah energi kehidupan, karena cinta itu dapat mengatasi segala kesulitan. Dan lain sebagainya. 2. Alur atau PlotAlur adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Dalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan terntentu. Rancangan tujuan itu bukan plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot.Menurut Arswendo Atmowiloto, plot adalah sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar. Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerpen harus berdasarkan sebab akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa. Jakob Sumardjo dalam Seluk-beluk Cerita Pendek menjelaskan tentang plot dengan mengatakan, “contoh populer menerangkan arti plot adalah begini: Raja mati. Itu disebut jalan cerita. Tetapi raja mati karena sakit hati, adalah plot.”Dalam cerpen biasanya digunakan plot ketat, bila salah satu kejadian ditiadakan jalan cerita menjadi terganggu dan bisa jadi, tidak bisa dipahami. Adapun jenis plot antara lain: Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus terngiang di telinga pembaca. Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut.Adapun jika dilihat dari sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka; jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita di samping masalah dasar persoalan, plot tertutup; jika akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita, dan campuran keduanya.3. PenokohanYaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan bisa dikatakan sebagai mata air kekuatan sebuah cerpen.Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam. Pertama, sifat lahir (rupa, bentuk). Kedua, sifat batin (watak dan karakter). Sifat tokoh dalam cerita bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui: Tindakan, ucapan dan pikirannya Tempat tokoh tersebut berada Benda-benda di sekitar tokoh Kesan tokoh lain terhadap dirinya Dekripsi langsung secara naratif oleh pengarang. 4. Latar atau SettingLatar adalah keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema atau plot, karena untuk menghasilkan cerita yang gempal, padat dan berkualitas latar harus bersatu dengan tema dan plot. Latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot. 5. Sudut pandangan tokohSudut pandangan tokoh adalah visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pandangan ini sangat erat dengan tekhnik bercerita.Diantara sudut pandangan tokoh ini, antara lain: Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”-nya. Sudut pandangan orang ketiga. Yang dipakai adalah “ia” atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “aisha” dalam; “aisha” dalam Ayat-ayat Cinta. Sudut pandangan campuran, pengarang membaurkan pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Sudut pandangan yang berkuasa. Tekhnik ini menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Tekhnik ini membuat cerita sangat informatif. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui. Anatomi cerpenAnatomi cerpen bisa juga disebut struktur cerita. Cerpen setidaknya memiliki anatomi sebagai berikut:1. Situasi (pengarang membuka cerita)2. Peristiwa-peristiwa terjadi3. Peristiwa-peristiwa memuncak4. Klimaks5. Anti KlimaksKomposisi cerpen menurut H.B. Jassin adalah; perkenalan, pertikaian dan penyelesaian. Cerpen yang baik adalah yang memiliki anatomi dan struktur cerita yang seimbang. Agar sebuah cerpen memiliki daya pikatAda beberapa trik-trik yang dapat dipertimbangkan agar cerpen anda memiliki daya tarik yang memikat, antara lain:o Carilah ide cerita yang menarik dan tidak klise.o Buatlah lead paragraf awal dan kalimat penutup cerita yang semenarik mungkin. Alinea awal dan alinea akhir sangat menentukan keberhasilan sebuah cerpan. Alinea awal berfungsi menggiring pembaca untuk menelusuri dan masuk dalam cerita yang dibacanya. Sedangkan kalimat akhir adalah kunci kesan yang disampaikan pengarang. Kunci kesan ini sangat penting, karena cerpen yang memberikan kesan yang mendalam di hati pembacanya, akan selalu dikenang.o Buat judul cerita yang bagus dan menarik. Judul yang baik harus menggugah rasa ingin tahu pembacanya. Menurut M. Fauzil Adhim, hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul; Pertama, judul sebaiknya singkat dan mudah diingat. Kedua, judul harus mudah diucapkan. Dan Ketiga, kuat maknanya.o Perhatikan tekhnik penceritaan. Tekhnik yang digunakan pengarang menyangkut penokohan, penyusunan konflik, pembangunan tegangan dan penyajian cerita secara utuh. Diantara tekhnik penceritaan adalah; in medias res (memulai cerita dari tengah) atau flashback (sorot balik, penyelaan kronologis).o Buatlah suspense, kejutan-kejutan yang muncul tiba-tiba (bedakan dengan faktor kebetulan), jangan terjebak pada cerita yang bertele-tele dan mudah ditebak.o Cerpen harus mengandung kebenaran, keterharuan dan keindahan.o Ingatlah setiap pengarang mempunyai gaya khas. Pakailah gaya sendiri, jangan meniru. Gunakan bahasa yang komunikatif. Hindari gaya berlebihan dan kata-kata yang terlalu muluk.o Perhatikan setiap tanda baca dan aturan berbahasa yang baik, tetapi tidak kaku. Jangan bosan untuk membaca dan mengedit ulang cerpen yang sudah anda selesaikan.Akhirnya sebagai penutup, agar cerpen kamu berbobot, saya ingatkan pesan Edgar Allan Poe, Dalam cerpen tak boleh ada satu kata pun yang terbuang percuma, harus punya fungsi, tujuan dalam komposisi keseluruhan. Selamat menulis cerpen.Sebagai pamungkas pembahasan ini, saya kemukakan sepuluh langkah yang paling diyakini oleh Ustadz Habiburrahman el Shirazy, adalah menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, dan menulis.Oleh Damanhuri Khazin Rahbini Ulasan Ustadz Habiburrahman el Shirazy dalam buku Fenomena Ayat-Ayat Cinta.
KRITERIA GURU MENURUT UU GURU
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
Kualifikasi akademik guru diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau diploma empat (D4).
Kompetensi guru sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
Kompetensi kepribadian adalah kondisi guru sebagai individu yang memiliki kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan bidang studi/mata pelajaran yang akan ditransformasikan kepada peserta didik secara luas dan mendalam.
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar
Sertifikat profesi guru sebagaimana dimaksud diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Setiap orang yang memiliki sertifikat pendidik mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu.
TIP MENULIS LATAR BELAKANG
Padahal Latar Belakang justru bagian yang penting sebagai titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai apa penyebab munculnya Tulisan kita. Dari Latar Belakang lah dapat kita perlihatkan sebuah "milestone" kepada pembaca. Latar Belakang lah yang memberikan penjelasan rasional mengenai penyebab mengapa Tulisan kita muncul. Berikut ini saya coba uraikan beberapa hal agar dapat membantu menyusun "Latar Belakang". Latar belakang terdiri dari tiga unsur, yaitu:1. Kondisi ideal2. Kondisi saat ini3. Solusi / suatu hal untuk mengatasi gap antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal1. Kondisi Ideal Kondisi ideal menggambarkan sebuah keadaan yang menjadi tujuan, dicita-citakan, atau impian. Dalam sebuah organisasi, kondisi ideal biasanya diuraikan dalam sebuah visi misi. Kondisi ideal juga bisa berarti suatu kondisi jangka pendek / jangka menengah / jangka panjang yang ingin dicapai, khususnya yang berkaitan dengan Tulisan yang akan Anda rumuskan. Ibaratnya perjalanan, kondisi ideal ini adalah kota tujuan yang ingin dicapai. 2. Kondisi Saat IniKondisi saat ini menggambarkan keadaan yang secara realita benar-benar terjadi pada saat ini. Uraikan kondisi realita tersebut, terutama yang berkaitan dengan tulisan yang sedang dirumuskan. Dan nantinya akan dikaitkan dengan kondisi ideal di atas, akan ditarik benang merahnya. Ibaratnya perjalanan, kondisi saat ini adalah ungkapan tentang: sudah sampai mana perjalanan kita, apakah sudah sampai 10 KM, sudah sampai kota X, atau bahkan belum jalan sama sekali.3. Solusi Pada bagian ini, barulah diuraikan hal-hal yang akan dilakukan/ditulis/diteliti/dll dalam rangka mengatasi gap antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal yang ingin dicapai. Ibaratnya perjalanan, solusi ini adalah usaha yang akan kita lakukan untuk menuju kota tujuan dari posisi perjalanan kita saat ini. Solusi inilah yang akan menjadi inti dari Tulisan kita nanti. Setelah semua diuraikan dalam Latar Belakang, barulah sub-bab berikutnya. Misalnya sub-bab permasalahan yang menggambarkan masalah apa saja yang mungkin akan dihadapi dalam melaksanakan solusi/Tulisan yang akan dikerjakan. Lalu subbab-subbbab lainnya, misalnya Tujuan, Sasaran, dll. Oke, selamat menulis.www.hdn.or.id
BAB SATU
Pembangunan pada dasarnya ditujukan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu mengelola sumber daya yang relevan dengan aspek kehidupan manusia. Pendidikan memegang peranan kunci dalam penyediaan SDM yang berkualitas, bahkan pendidikan sangat menentukan berhasil atau gagalnya pembangunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan bermutu menghasilkan SDM bermutu dan SDM yang bermutu akan membantu keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan formal dan nonformal perlu mendapat prioritas. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang didalamnya ada proses manajemen untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen sekolah harus berusaha menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kasih sayang ketika berhubungan dengan wali murid, sekalipun mereka berbeda-beda tingkatannya sehingga berhasil mengarahkan mereka. Hal ini bisa diupayakan dengan cara mewujudkan interaksi sosial yang baik. Hubungan antara manajemen sekolah dengan masyarakat harus tumbuh di atas prinsip keinginan bersama untuk mencapai tujuan proses pendidikan. Bila interaksi sosial antara manajemen sekolah dengan masyarakat terwujud, maka sekolah mampu menghadapi berbagai kesulitannya. Khususnya di bidang keuangan. Dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap (out put) keluaran yang dihasilkan, sekolah harus memberikan pelayanan dan pengelolaan yang baik dan benar. Dalam pengelolaan ini, partisipasi masyarakat mutlak dibutuhkan oleh sekolah. Partisipasi itu mengacu kepada adanya keikutsertaan masyarakat secara nyata dalam kegiatan di sekolah. Keikutsertaan masyarakat bisa langsung dan bisa juga dengan tidak langsung. Partisipasi langsung adalah masyarakat bersentuhan langsung dengan sekolah dalam memberikan partisipasinya, misalnya menjadi tenaga pengajar dengan suka rela, bersedia menjadi pelatih untuk meningkatkan kualitas guru.Tingginya partisipasi masyarakat dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan kebijakan sekolah. Keberadaan sekolah pada lingkungannya harus memberikan keuntungan maupun keunggulan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Apresiasi masyarakat terhadap pendidikan sampai saat ini masih relatif tinggi. Akan tetapi, hal ini tidak diimbangi dengan tingkat partisipasinya. Partisipasi mereka terhadap pengembangan sekolah/madrasah pada umumnya masih bersifat terbatas dan bahkan cenderung pasif, sehingga diperlukan pengelolan yang optimal untuk menggalang partisipasi masyarakat tersebut. Sekolah itu berkembang karena adanya partisipasi orang tua. Partisipasi itu terbangun karena ada koordinasi antara sekolah dengan orang tua. Partisipasi masyarakat merupakan faktor yang menentukan keberlangsungan program pendidikan. Sekolah merupakan suatu lembaga yang memberikan pelayanan pendidikan terhadap anak didik. Sekolah juga sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan untuk menghasilkan output yang berkualitas. Tujuan partisipasi orang tua, wali murid terhadap sekolah menurut Uemura (1999) dalam tulisannya Community Participation In Education adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sehingga siswa bisa belajar lebih baik dan siap menghadapi perubahan zaman. Partisipasi masyarakat terhadap sekolah bisa berupa partisipasi keahlian, berupa pemikiran, berupa dana dan berupa tenaga. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah dasar Islam yang memadukan kurikulum keislaman dan kurikulum nasional. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah yang cukup maju dan berkualitas, hal ini bisa dilihat dari banyaknya peminat sekolah ini yang menyekolahkan anaknya di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. Dan juga dari prestasi sekolah yang diperoleh selama ini. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya dalam perkembangannya menjadi sekolah yang berkualitas, tentu karena adanya partisipasi masyarakat yang besar terhadap sekolah ini. Sekolah ini berlokasi di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Mulyosari Surabaya, dan dikelilingi oleh pertokoan dan instansi-instansi swasta dan pemerintah. Namun, dengan kondisi yang demikian tidak membuat sekolah ini tidak memiliki nama dan tempat tersendiri di masyarakatnya. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan sekolah, walaupun tempatnya di Graha ITS misalnya, tetap berjalan dengan sukses dan optimal. menurut peneliti yang telah melakukan observasi langsung, kesuksesan ini disebabkan partisipasi masyarakat terhadap sekolah cukup tingggi dan ternyata yang berpartisipasi terhadap sekolah ini bukan hanya dari orang tua siswa tetapi partisipasi itu juga berasal dari masyarakat umum, seperti kalangan mahasiswa, pejabat pemkot Surabaya. Karena fenomena seperti inilah, maka peneliti tertarik untuk mengangkat dalam penelitian dengan judul PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SD AL AZHAR 11 SURABAYA. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa saja bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya? 2. Mengapa masyarakat memiliki partisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya? C. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 2. Untuk mengetahui alasan masyarakat berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dalam membangun partisipasi masyarakat. D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini meliputi: 1. Sebagai sumbangsih terhadap khazanah keilmuan bagi masyarakat yang berkepentingan dengan dunia pendidikan pada khususnya dan masyarakat secara umum. 2. Secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat terhadap mata kuliah manajemen humas pendidikan. 3. Bagi sekolah yang diteliti hasil penelitian ini bermanfaat sebagai informasi dan referensi dalam pelaksanaan manajemen sekolah. 4. Sebagai aplikasi nyata bagi peneliti dalam memahamami bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. 5. Sebagai sumbangsih kepustakaan bagi jurusan Tarbiyah STAI Luqman al Hakim Surabaya, praktisi pendidikan dan masyarakat umum. E. DEFINISI OPERASIONAL Untuk mempermudah pemahaman dan menghindari kesalahan penafsiran dalam penelitian ini, maka ditulis definisi operasional sebagai berikut: 1) Partisipasi masyarakat Dalam Kamus populer, partisipasi adalah pengambilan bagian (didalamnya); keikutsertaan; penggabungan diri (menjadi peserta). Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Partisipasi masyarakat di sini saya maksudkan partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 2) Penyelenggaraan pendidikan Dalam RUU Penyelenggaraan pendidikan disebutkan bahwa “Penyelenggaraan pendidikan adalah kegiatan pelaksanaan komponen-komponen sistem pendidikan pada satuan / program pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.” 3) SD AL AZHAR 11 Surabaya SD AL AZHAR 11 Surabaya adalah sekolah Dasar yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar yang berlokasi di jalan Mulyosari Surabaya. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah dasar Islam yang memadukan kurikulum keislaman dan kurikulum nasional. F. RUANG LINGKUP PENELITIAN 1) Komponen variabel Penelitian ini mempunyai dua variabel. Variabel pertama adalah bentuk partisipasi orang tua dan variabel kedua adalah penyelenggaraan pendidikan. Bentuk partisipasi orang tua di sini berupa pemikiran, berupa partisipasi keterampilan dan kemahiran, berupa tenaga dan finansial. Penyelenggaraan pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah pengadaan sarana prasarana sekolah dan alat peraga pembelajaran. 2) Waktu penelitian dan lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007 dan berlokasi di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 11 Surabaya dengan subyek orang tua murid dan wali murid di wilayah Surabaya Timur, yang berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. G. METODE PENELITIAN 1. Jenis penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Metode kualitatif digunakan karena menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-ganda. Hal ini dilakukan, menurut Lincoln dan Guba (1985:39), karena ontologi alamiah menghendaki adanya kenyataan- kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Fenomenologi diartikan sebagai pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal dan suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang. Secara lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dari perspektif pertama seseorang. Dalam skripsi ini dipilih metode penelitian kualitatif karena obyek penelitiannya tidak mengalami perlakuan tetapi melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada keutuhan obyek penelitian tersebut. 2. Sumber dan jenis data a. Data Utama Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam hal ini yang menjadi data utama adalah bentuk-bentuk partisipasi orang tua. Bentuk-bentuk partisipasi berupa pemikiran, berupa tenaga, berupa finansial yang diperoleh dari wali murid. b. Data pendukung Data pendukung dalam penelitian ini adalah situasi dan kondisi yang menjadikan orang tua berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Data kualitatif ini diperoleh dari kepala sekolah dan guru-guru. 3. Obyek penelitian Objek penelitian ini adalah bentuk partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 4. Subyek penelitian Subyek penelitian dalam skripsi ini adalah orang tua siswa. Dalam menentukan subyek penelitian digunakan tekhnik purposive sampling, peneliti menentukan subyek didasarkan adanya tujuan tertentu, pertimbangannya karena keterbatasan waktu, tenaga, dan dana yang dimiliki peneliti. Hal ini juga berkaitan dengan ketepatan peneliti memilih sumber data sesuai dengan variabel yang diteliti, dalam hal ini adalah bentuk partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Dalam menggali data digunakan tekhnik snow ball sampling, yaitu mengejar informasi dan data pada subyek yang membuat peneliti tertarik, dalam hal ini adalah orang tua murid. 5. Prosedur penelitian a. Tahap Persiapan Pada tahapan ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara secara menyeluruh untuk memperoleh informasi dari informan dari tangan pertama, kemudian terfokus pada bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. b. Tahap Pelaksanaan Dalam tahapan ini, peneliti mengumpulkan data dengan jalan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. c. Tahap Penyelesaian Tahapan ini adalah tahapan yang terakhir. Peneliti mengorganisasikan hasil dari pengumpulan data dan memberikan analisa terhadap data itu, dan selanjutnya menyimpulkan hasil penelitian. 6. Tekhnik pengumpulan data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik-tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: a. Observasi lapangan Observasi adalah metode memperoleh data dengan mengamati obyek dengan menggunakan seluruh alat indra, tentu dalam hal ini peneliti sebagai pengamat (observer). Observasi yang digunakan adalah observasi terstruktur yang sifatnya terbuka dengan latar alamiah. Observasi ini dimaksudkan para subyek dengan sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi baik di sekolah maupun di masyarakat. Adapun yang diobservasi dalam skripsi ini adalah situasi dan kondisi yang menjadikan orang tua berpartisipasi terhadap sekolah. b. Wawancara (interview) Wawancara adalah tekhnik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan oleh interviewer dan menghasilkan jawaban secara lisan dari informan. Dalam skripsi ini menggunakan jenis wawancara terbuka dengan pembicaraan informal karena akan membantu peneliti mendalami informasi secara lebih detail dan terstruktur tentang partisipasi masyarakat dan prinsip membangun partisipasi. Wawancara jenis ini lebih praktis bagi peneliti untuk dilakukan. Yang menjadi objek dari wawancara dalam skripsi ini adalah wali murid, kepala sekolah dan guru-guru. c. Dokumentasi Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Dokumentasi adalah metode mengumpulkan data dari dokumen-dokumen. Dokumen yang dibutuhkan dalam skripsi ini yaitu dokumen-dokumen tentang kondisi orang tua siswa yang meliputi; sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan keber-agama-annya. Begitu juga dokumen tentang bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan program sekolah. 7. Instrumen pengumpulan data a. Peneliti Dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif, faktor manusia merupakan faktor utama dalam pengumpulan data. Sebab peneliti terjun langsung dalam penelitian ini, sehingga peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian ini. b. Pedoman wawancara Pedoman wawancara merupakan instrumen pengumpul data yang berisi sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada kepala sekolah dan wali murid yang menuntun dan mengarahkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan penelitian. c. Key informan Adalah orang yang mengatahui secara detail kondisi SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dan bentuk partisipasi orang tua terhadap sekolah. Dalam hal ini adalah kepala sekolah dan wali murid. 8. Tekhnik analisis data Dalam menarik kesimpulan dari data yang dihasilkan, penelitian ini menggunakan tekhnik analisis data kualitatif dengan pendekatan induktif. Artinya peneliti berangkat dari fakta / informasi / data empiris untuk membangun teori. Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Setelah data diperoleh, ada tahapan yang ditempuh dalam menganalisis data, antara lain: a. Peneliti membaca / mempelajari data yang diperoleh melalui obsevasi, wawancara, dan dokumentasi, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data. b. Mereduksi data dengan jalan membuat abtraksi, yaitu usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataannya perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. c. Menyusun dalam satuan-satuan dan kategorisasi yang dilakukan sambil membuat koding. Satuan merupakan alat untuk menghaluskan data. d. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data. H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN BAB I Pendahuluan Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, ruang lingkup penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan BAB II Kajian Pustaka Kajian pustaka terdiri dari bentuk-bentuk partisipasi masyarakat terhadap sekolah dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bentuk partisipasi masyarakat (orang tua/wali murid) bisa berupa kemahiran, berupa tenaga, berupa pemikiran dan berupa finansial. Penyelenggaraan pendidikan terdiri dari sarana dan prasarana sekolah dan pembiayaan sekolah. BAB III Setting Penelitian Setting penelitian terdiri dari gambaran obyek. Yaitu gambaran SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dan penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. BAB IV Paparan Data Terdiri dari bentuk-bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaran pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya BAB V Penutup Berisi kesimpulan dan saran-saran.
06 Mei, 2007
Muhimmah
Memang setiap orang punya hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. pendidikan tidak harus dilakukan di lembaga formal namun juga bisa di adakan di lembaga non formal. tetapi kadang kita tidak mempunyai nyali untuk ber pendidikan di lembaga non formal. padahal banyak juga tokoh yang betul betul lahir dari pendidikan non legalitas pemerintah. kitapun paham bahwa di negara kita -indonesia.- tidak semua orang punya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. indonesia bukan negara islam yang memberiokan pelayanan pendidikan secara gratis kepada warganya, karena memang menuntut ilmu itu diwajibkan dalam islam. kitapun paham bahwa indonesia merupakan negara yang kurang laku pendidikannya dibandingkan negara-negara tetangga lainnya. tapi kita jangan berkecil hati dengan mengatakan bahwa kita tidak bisa berpendidikan karena dalam hati kita masing-masing
Allah telah tanamkan fitrah yang senantiasa belajar dan mencari pendidik- pendidik yang selaras dengan apa yang di inginkan oleh tuannya.
HAKIKAT FUNGSI MANUSIA
Maksud diciptakan Manusia antara lain agar dia mengabdi kepada Allah (Q.S. 51:56). Manusia diwajibkan beribadah kepada penciptanya, dalam arti selalu tunduk dan taat kepada perintahnya guna mengesakan dan mengenal-Nya dengan petunjuk yang telah diberikan.
Istilah Ibadah menurut Al Azhari dipergunakan hanya untuk menyembah Allah semata. Ibnu Taimiyah menformulasikan makna ibadah dengan segala usaha yang diperintahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Ibadah mempunyai dua pengertian, yaitu pengertian khusus (khos) dan pengertian umum (aam). Dalam pengertian khusus, ibadah adalah melaksanakan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara hamba dan Tuhannya yang tata caranya telah disyariatkan. Sedangkan pengertian umum, ibadah adalah aktivitas yang titik tolaknya ikhlas (murni) dan ditujukan untuk mencapai ridha Allah berupa amal saleh.
Dari segi sasarannya, ibadah dapat diklasifikasikan atas tiga macam, yaitu
- Ibadah person, pelaksanaannya tidak melibatkan orang lain, tetapi dari pihak individu sebagai hamba Allah. Misalnya, amaliah keagamaan yang bersifat ritus seperti sholat, puasa, dsb.
- Ibadah antarperson, pelaksanaannya bergantung pada pihak bersangkutan tetapi membutuhkan keterlibatan orang lain. Misalnya, pernikahan, jual beli, dsb
- Ibadah sosial, kegiatan interaktif antar masing-masing individu dengan pihak lain yang dibarengi dengan kesadaran diri sebagi hamba Allah SWT.
Dari itulah, ibadah adalah keseluruhan kegiatan manusia dalam hidup di dunia termasuk kehidupan duniawi, yang dilakukan dengan sikap batin, serta niat pengabdian dan penghambaan diri kepada Allah Swt. Sebagai tindakan yang bermoral untuk memperoleh
ridha-Nya.
2. Manusia sebagai Khalifatullah
Penciptaan manusia sebagai makhluk yang tertinggi sesuai dengan maksud dan tujuan terciptanya manusia untuk menjadi khalifah. Secara harfiah khalifah berarti yang mengikuti dari belakang. Jadi, manusia adalah wakil atau pengganti di bumi dengan tugas menjalankan mandate yang diberikan oleh Allah kepadanya, membangun dunia sebaik-baiknya (Q.S. 2:30).
Sebagai khalifah, manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas tugasnya dalam menjalankan mandate Allah (Q.S. 10:14).
Adapun mandat yang dimaksud adalah:
- patuh dan tunduk pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
- bertanggung jawab atas kenyataan dan kehidupan di dunia sebagai pengemban amanah.
- berbekal diri dengan ilmu pengetahuan, hidayah agama dan kitab suci
- menerjemahkan segala sifat-sifat Allah pada perilaku kehidupan sehari-hari dalam batas kemanusiaannya atau
- melaksanakan sunah-sunah yang diridhainya.
- membentuk masyarakat islam yang ideal yang disebut dengan ummah
- mengembangkan fitrahnya sebagai khalifatullah yang mempunyai komitmen, kesadaran, kemerdekaan, dan kreatifitas.
- menjadi penguasa untuk mengatur bumi dengan upaya memakmurkan Negara untuk kesejahteraan masyarakat yang beriman.
- membentuk suasana aman, tentram, dan damai di bawah naungan ridha Allah dengan asas; ukhuwah islamiah, silaturrahim, ta'awun, rauf (kasih saying), sabar, tasamuh (toleransi), musawah (persamaan) adil, kreatif, dan dinamis.
3. Manusia sebagai Warosatul anbiya'
Kehadiran nabi Muhammad SAW dibumi sebagi rahmatal lil alamin (Q.S. 21:107), yaitu suatu misi yang membawa dan mengajak manusia dan seluruh sekalian alam untuk tunduk dan taat pada syari'ah dan hokum Allah guna kesejahteraan, kedamaian, dan keselamatan dunia
akhirat.
Ada tiga kekuatan rohani pokok yang berkembang padapusat kemanusian manusia (antropologis centra) yaitu:
- Individualitas, yakni kemampuan mengembangkan diri pribadi sebagai makhluk pribadi
- Sosialitas, yakni kemampuan mengembangkan diri selaku anggota masyarakat.
- Moralitas, yakni kemampuan mengembangkan diri selaku anggota masyarakat berdasarkan moralitas (nilai-nilai moral dan agama)
Di samping itu, misi tersebut berpijak pada trilogi hubungan manusia, yaitu:
Hubungan Manusia dengan Tuhan, karena manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Hubungan Manusia dengan Masyarakat, karena manusia sebagai anggota masyarakat.
Hubungan Manusia dengan Alam sekitar, karena manusia selaku pengelola, pengatur, serta pemanfaatan kegunaan alam.
Trichotomi dan Trilogy hubungan tersebut harus dilaksanakan secara simultan, serta seimbang, sehingga keselamatan orang lain dipentingkan, sentara keselamatan diri sendiri tidak dilalaikan.
Manusia selaku cendekiawan dan intelektual muslim yang mewarisi misi kerasulan Nabi Muhammad SAW, dituntut untuk mengembangkan serta menempuh berbagai jalan untuk melestarikan misi tersebut. Dalam kaitan pendidikan, misi tersebut dapat dilakukan dalam proses belajar – mengajar, yang satu pihak menjadi pendidik dan pihak lain menjadi anak didik. Wallahu a'lamu bish showab
____________________________________________________________________________________
02 Mei, 2007
SIAPA ORANG PENTING?

Terlahir sebagai orang penting. Ada tidak ya? Paling-paling juga dia jadi penting bagi orang lain karena suka mementingkan orang lain dalam segala hal, atau mungkin juga dia jadi orang penting karena memang di butuhkan orang lain untuk kepentingan mereka. Kepentingan. Keinginan mungkin sama dengannya. Tapi, kepentingan inilah yang membuat manusia tetap hidup dan berkembang di dunianya.
Diakui atau tidak kita harus menjadi orang yang penting dan mementingkan orang. Karena hidup itu sendiri penting kita perhatikan. “memang baik jadi orang penting, tapi akan lebih penting kalau jadi orang baik”, kata Laily ringan. Saya tersentak mendengarnya, bukan karena dia yang berkata, tapi tapi karena kata-katanya yang menyentuh pikiranku. Sepertinya sekarang saya harus lebih sering bercakap dengan alam sekitar. Kita perlu mengerti bahasa tumbuhan dan binatang, walaupun sebagian manusia menyamakan kita dengan binatang. Siapa yang mau disamakan dengan binatang?
Isyarat ilmu ada di mana-mana. Isyarat itu tidak akan hilang selagi alam belum hancur, sampai kapan isyarat itu akan habis masa berlakunya?. Bagi seseorang isyarat itu akan sama dengan usia dirinya. Tapi sedikit yang akan memahami isyarat ini, apalagi bagi seseorang yang tidak berpikir dengan jernih. Dunia ini penuh dengan isyarat. Isyarat itu beragam macam jenisnya. Manusia mengetahui sesuatu karena dia memahami isyarat.
“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui”.
(Surah Al An’am:97)
Disamping itu ilmu bagi pendahulu kita (yang hidup saat ini) bukan di kertas tapi di hati dan pikiran, “al ‘ilmu fissudur laa fissuthur”. Kita kadangkala menyaksikan pemandangan yang sebenarnya tidak enak dipandang. Seorang professor yang gagal memberikan pelatihan karena lap top(data presentasi)nya ketinggalan. Bagaimana kader-kader kita akankah pengalaman seorang professor tadi akan terulang ke-sekian kalinya. Kita lah yang menentukannya. Tapi kita sama-sama mengharapkan menjadi orang yang peka dengan isyarat alam ini sehingga kita bisa menjadi orang penting bagi masyarakat dan memberikan kebaikan dengan ilmu yang kita ketahui itu. Amin. Amin. Amin.
Aktualisasi boleh, tapi bukan untuk menyombongkan diri. “Kebolehan” boleh diuji, tapi bukan untuk membanggakan diri. “Kebanggaan” itu perlu kita miliki untuk menjadi orang yang diperhitungkan oleh Kholiq dan Makhluqnya. Dengan demikian kita akan menjadi orang penting karena mementingkan orang lain, bukan sebaliknya, kita penting karena dibutuhkan orang lain untuk kepentingan mereka. Karena kita hidup bukan untuk memuaskan kepentingan dan keinginan manusia tapi kita hidup untuk mengikuti keinginan Allah swt semata. Karena itu ridhoNya lah yang kita cari. Semoga sukses menjalani kehidupan ini dengan kesuksesan yang gemilang. Wallohu a’lamu bishshowaab.
Damanhuri Kh. Rahbini
Kamis, 12 shafar 1428 H/ 01 maret 2007 M
