24 Mei, 2007

Filled Under:

BAB SATU

Pendidikan adalah menyiapkan manusia masa depan. Nasib masa depan dunia tergantung kepada hasil pendidikan itu. Nasib masa depan Indonesia tergantung pada hasil pendidikan di Indonesia. Seiring dengan tuntutan dinamika pembangunan pada era globalisasi, Indonesia telah menetapkan visi pembangunan menuju masa depan yaitu “terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah NKRI yang didukung oleh manusia Indonesia yang mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum, menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin tinggi.”

Pembangunan pada dasarnya ditujukan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu mengelola sumber daya yang relevan dengan aspek kehidupan manusia. Pendidikan memegang peranan kunci dalam penyediaan SDM yang berkualitas, bahkan pendidikan sangat menentukan berhasil atau gagalnya pembangunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan bermutu menghasilkan SDM bermutu dan SDM yang bermutu akan membantu keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan formal dan nonformal perlu mendapat prioritas. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang didalamnya ada proses manajemen untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen sekolah harus berusaha menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kasih sayang ketika berhubungan dengan wali murid, sekalipun mereka berbeda-beda tingkatannya sehingga berhasil mengarahkan mereka. Hal ini bisa diupayakan dengan cara mewujudkan interaksi sosial yang baik. Hubungan antara manajemen sekolah dengan masyarakat harus tumbuh di atas prinsip keinginan bersama untuk mencapai tujuan proses pendidikan. Bila interaksi sosial antara manajemen sekolah dengan masyarakat terwujud, maka sekolah mampu menghadapi berbagai kesulitannya. Khususnya di bidang keuangan. Dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap (out put) keluaran yang dihasilkan, sekolah harus memberikan pelayanan dan pengelolaan yang baik dan benar. Dalam pengelolaan ini, partisipasi masyarakat mutlak dibutuhkan oleh sekolah. Partisipasi itu mengacu kepada adanya keikutsertaan masyarakat secara nyata dalam kegiatan di sekolah. Keikutsertaan masyarakat bisa langsung dan bisa juga dengan tidak langsung. Partisipasi langsung adalah masyarakat bersentuhan langsung dengan sekolah dalam memberikan partisipasinya, misalnya menjadi tenaga pengajar dengan suka rela, bersedia menjadi pelatih untuk meningkatkan kualitas guru.Tingginya partisipasi masyarakat dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan kebijakan sekolah. Keberadaan sekolah pada lingkungannya harus memberikan keuntungan maupun keunggulan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Apresiasi masyarakat terhadap pendidikan sampai saat ini masih relatif tinggi. Akan tetapi, hal ini tidak diimbangi dengan tingkat partisipasinya. Partisipasi mereka terhadap pengembangan sekolah/madrasah pada umumnya masih bersifat terbatas dan bahkan cenderung pasif, sehingga diperlukan pengelolan yang optimal untuk menggalang partisipasi masyarakat tersebut. Sekolah itu berkembang karena adanya partisipasi orang tua. Partisipasi itu terbangun karena ada koordinasi antara sekolah dengan orang tua. Partisipasi masyarakat merupakan faktor yang menentukan keberlangsungan program pendidikan. Sekolah merupakan suatu lembaga yang memberikan pelayanan pendidikan terhadap anak didik. Sekolah juga sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan untuk menghasilkan output yang berkualitas. Tujuan partisipasi orang tua, wali murid terhadap sekolah menurut Uemura (1999) dalam tulisannya Community Participation In Education adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sehingga siswa bisa belajar lebih baik dan siap menghadapi perubahan zaman. Partisipasi masyarakat terhadap sekolah bisa berupa partisipasi keahlian, berupa pemikiran, berupa dana dan berupa tenaga. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah dasar Islam yang memadukan kurikulum keislaman dan kurikulum nasional. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah yang cukup maju dan berkualitas, hal ini bisa dilihat dari banyaknya peminat sekolah ini yang menyekolahkan anaknya di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. Dan juga dari prestasi sekolah yang diperoleh selama ini. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya dalam perkembangannya menjadi sekolah yang berkualitas, tentu karena adanya partisipasi masyarakat yang besar terhadap sekolah ini. Sekolah ini berlokasi di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Mulyosari Surabaya, dan dikelilingi oleh pertokoan dan instansi-instansi swasta dan pemerintah. Namun, dengan kondisi yang demikian tidak membuat sekolah ini tidak memiliki nama dan tempat tersendiri di masyarakatnya. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan sekolah, walaupun tempatnya di Graha ITS misalnya, tetap berjalan dengan sukses dan optimal. menurut peneliti yang telah melakukan observasi langsung, kesuksesan ini disebabkan partisipasi masyarakat terhadap sekolah cukup tingggi dan ternyata yang berpartisipasi terhadap sekolah ini bukan hanya dari orang tua siswa tetapi partisipasi itu juga berasal dari masyarakat umum, seperti kalangan mahasiswa, pejabat pemkot Surabaya. Karena fenomena seperti inilah, maka peneliti tertarik untuk mengangkat dalam penelitian dengan judul PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SD AL AZHAR 11 SURABAYA. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa saja bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya? 2. Mengapa masyarakat memiliki partisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya? C. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 2. Untuk mengetahui alasan masyarakat berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dalam membangun partisipasi masyarakat. D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini meliputi: 1. Sebagai sumbangsih terhadap khazanah keilmuan bagi masyarakat yang berkepentingan dengan dunia pendidikan pada khususnya dan masyarakat secara umum. 2. Secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat terhadap mata kuliah manajemen humas pendidikan. 3. Bagi sekolah yang diteliti hasil penelitian ini bermanfaat sebagai informasi dan referensi dalam pelaksanaan manajemen sekolah. 4. Sebagai aplikasi nyata bagi peneliti dalam memahamami bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. 5. Sebagai sumbangsih kepustakaan bagi jurusan Tarbiyah STAI Luqman al Hakim Surabaya, praktisi pendidikan dan masyarakat umum. E. DEFINISI OPERASIONAL Untuk mempermudah pemahaman dan menghindari kesalahan penafsiran dalam penelitian ini, maka ditulis definisi operasional sebagai berikut: 1) Partisipasi masyarakat Dalam Kamus populer, partisipasi adalah pengambilan bagian (didalamnya); keikutsertaan; penggabungan diri (menjadi peserta). Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Partisipasi masyarakat di sini saya maksudkan partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 2) Penyelenggaraan pendidikan Dalam RUU Penyelenggaraan pendidikan disebutkan bahwa “Penyelenggaraan pendidikan adalah kegiatan pelaksanaan komponen-komponen sistem pendidikan pada satuan / program pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.” 3) SD AL AZHAR 11 Surabaya SD AL AZHAR 11 Surabaya adalah sekolah Dasar yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar yang berlokasi di jalan Mulyosari Surabaya. SD Islam AL AZHAR 11 Surabaya merupakan sekolah dasar Islam yang memadukan kurikulum keislaman dan kurikulum nasional. F. RUANG LINGKUP PENELITIAN 1) Komponen variabel Penelitian ini mempunyai dua variabel. Variabel pertama adalah bentuk partisipasi orang tua dan variabel kedua adalah penyelenggaraan pendidikan. Bentuk partisipasi orang tua di sini berupa pemikiran, berupa partisipasi keterampilan dan kemahiran, berupa tenaga dan finansial. Penyelenggaraan pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah pengadaan sarana prasarana sekolah dan alat peraga pembelajaran. 2) Waktu penelitian dan lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007 dan berlokasi di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 11 Surabaya dengan subyek orang tua murid dan wali murid di wilayah Surabaya Timur, yang berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. G. METODE PENELITIAN 1. Jenis penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Metode kualitatif digunakan karena menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-ganda. Hal ini dilakukan, menurut Lincoln dan Guba (1985:39), karena ontologi alamiah menghendaki adanya kenyataan- kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Fenomenologi diartikan sebagai pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal dan suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang. Secara lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dari perspektif pertama seseorang. Dalam skripsi ini dipilih metode penelitian kualitatif karena obyek penelitiannya tidak mengalami perlakuan tetapi melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada keutuhan obyek penelitian tersebut. 2. Sumber dan jenis data a. Data Utama Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam hal ini yang menjadi data utama adalah bentuk-bentuk partisipasi orang tua. Bentuk-bentuk partisipasi berupa pemikiran, berupa tenaga, berupa finansial yang diperoleh dari wali murid. b. Data pendukung Data pendukung dalam penelitian ini adalah situasi dan kondisi yang menjadikan orang tua berpartisipasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Data kualitatif ini diperoleh dari kepala sekolah dan guru-guru. 3. Obyek penelitian Objek penelitian ini adalah bentuk partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. 4. Subyek penelitian Subyek penelitian dalam skripsi ini adalah orang tua siswa. Dalam menentukan subyek penelitian digunakan tekhnik purposive sampling, peneliti menentukan subyek didasarkan adanya tujuan tertentu, pertimbangannya karena keterbatasan waktu, tenaga, dan dana yang dimiliki peneliti. Hal ini juga berkaitan dengan ketepatan peneliti memilih sumber data sesuai dengan variabel yang diteliti, dalam hal ini adalah bentuk partisipasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Dalam menggali data digunakan tekhnik snow ball sampling, yaitu mengejar informasi dan data pada subyek yang membuat peneliti tertarik, dalam hal ini adalah orang tua murid. 5. Prosedur penelitian a. Tahap Persiapan Pada tahapan ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara secara menyeluruh untuk memperoleh informasi dari informan dari tangan pertama, kemudian terfokus pada bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. b. Tahap Pelaksanaan Dalam tahapan ini, peneliti mengumpulkan data dengan jalan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. c. Tahap Penyelesaian Tahapan ini adalah tahapan yang terakhir. Peneliti mengorganisasikan hasil dari pengumpulan data dan memberikan analisa terhadap data itu, dan selanjutnya menyimpulkan hasil penelitian. 6. Tekhnik pengumpulan data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik-tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: a. Observasi lapangan Observasi adalah metode memperoleh data dengan mengamati obyek dengan menggunakan seluruh alat indra, tentu dalam hal ini peneliti sebagai pengamat (observer). Observasi yang digunakan adalah observasi terstruktur yang sifatnya terbuka dengan latar alamiah. Observasi ini dimaksudkan para subyek dengan sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi baik di sekolah maupun di masyarakat. Adapun yang diobservasi dalam skripsi ini adalah situasi dan kondisi yang menjadikan orang tua berpartisipasi terhadap sekolah. b. Wawancara (interview) Wawancara adalah tekhnik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan oleh interviewer dan menghasilkan jawaban secara lisan dari informan. Dalam skripsi ini menggunakan jenis wawancara terbuka dengan pembicaraan informal karena akan membantu peneliti mendalami informasi secara lebih detail dan terstruktur tentang partisipasi masyarakat dan prinsip membangun partisipasi. Wawancara jenis ini lebih praktis bagi peneliti untuk dilakukan. Yang menjadi objek dari wawancara dalam skripsi ini adalah wali murid, kepala sekolah dan guru-guru. c. Dokumentasi Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Dokumentasi adalah metode mengumpulkan data dari dokumen-dokumen. Dokumen yang dibutuhkan dalam skripsi ini yaitu dokumen-dokumen tentang kondisi orang tua siswa yang meliputi; sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan keber-agama-annya. Begitu juga dokumen tentang bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan program sekolah. 7. Instrumen pengumpulan data a. Peneliti Dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif, faktor manusia merupakan faktor utama dalam pengumpulan data. Sebab peneliti terjun langsung dalam penelitian ini, sehingga peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian ini. b. Pedoman wawancara Pedoman wawancara merupakan instrumen pengumpul data yang berisi sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada kepala sekolah dan wali murid yang menuntun dan mengarahkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan penelitian. c. Key informan Adalah orang yang mengatahui secara detail kondisi SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dan bentuk partisipasi orang tua terhadap sekolah. Dalam hal ini adalah kepala sekolah dan wali murid. 8. Tekhnik analisis data Dalam menarik kesimpulan dari data yang dihasilkan, penelitian ini menggunakan tekhnik analisis data kualitatif dengan pendekatan induktif. Artinya peneliti berangkat dari fakta / informasi / data empiris untuk membangun teori. Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Setelah data diperoleh, ada tahapan yang ditempuh dalam menganalisis data, antara lain: a. Peneliti membaca / mempelajari data yang diperoleh melalui obsevasi, wawancara, dan dokumentasi, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data. b. Mereduksi data dengan jalan membuat abtraksi, yaitu usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataannya perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. c. Menyusun dalam satuan-satuan dan kategorisasi yang dilakukan sambil membuat koding. Satuan merupakan alat untuk menghaluskan data. d. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data. H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN BAB I Pendahuluan Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, ruang lingkup penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan BAB II Kajian Pustaka Kajian pustaka terdiri dari bentuk-bentuk partisipasi masyarakat terhadap sekolah dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bentuk partisipasi masyarakat (orang tua/wali murid) bisa berupa kemahiran, berupa tenaga, berupa pemikiran dan berupa finansial. Penyelenggaraan pendidikan terdiri dari sarana dan prasarana sekolah dan pembiayaan sekolah. BAB III Setting Penelitian Setting penelitian terdiri dari gambaran obyek. Yaitu gambaran SD Islam Al Azhar 11 Surabaya dan penyelenggaraan pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. BAB IV Paparan Data Terdiri dari bentuk-bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaran pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya BAB V Penutup Berisi kesimpulan dan saran-saran.

0 komentar:

Copyright @ 2013 RUMAH KEHIDUPAN.