24 Mei, 2007

Filled Under:

PENULISAN CERITA PENDEK (CERPEN)

Pengertian umum cerpenH. B. Jassin mengatakan bahwa yang disebut cerpen harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. Aoh. KH mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

Apapun definisinya, cerpen harus memenuhi kriteria ilmiah secara teoritis dan secara praktis dapat diaplikasikan, antara lain;Pertama, cerita pendek harus pendek. Seberapa pendeknya? Sebatas rampung baca sekali duduk menunggu kereta api. Ia juga harus memberi kesan secara terus-menerus hingga kalimat terakhir. Dengan artian cerpen harus ketat, tidak mengobral detil, dialog hanya diperlukan untuk menampakkan watak, atau menjalankan cerita atau menampilkan problem.Kedua, cerpen mengalir dalam arus untuk menciptakan efek tunggal dan unik. Ketunggalan pikiran dan aksi bisa dikembangkan lewat satu garis dari awal sampai akhir. Dalam cerpen tidak dimungkinkan terjadi aneka peristiwa digresi.Ketiga, cerpen harus ketat dan padat. Setiap detil harus mengarus pada satu efek saja. Dan berakhir pada kesan tunggal. Ekonomisasi kata dan kalimat merupakan salah satu ketrampilan yang dituntut bagi seorang cerpenis.Keempat, cerpen harus mampu meyakinkan pembacanya bahwa ceritanya benar-benar terjadi, bukan suatu bikinan, rekaan. Itulah sebabnya dibutuhkan suatu keterampilan khusus, adanya konsistensi dari sikap dan gerak tokoh, bahwa mereka benar-benar hidup, sebagaimana manusia yang hidup.Kelimat, cerpen harus menimbulkan kesan yang selesai, tidak lagi mengusik dan menggoda, karena ceritanya seperti masih berlanjut. Kesan selesai itu benar-benar meyakinkan pembaca, bahwa cerita itu telah tamat, sampai titik akhirnya, tidak ada jalan lain lagi, cerita benar-benar rampung di situ. Karakateristik cerpenKarakteristik utama cerpen adalah pendek dan singkat. Singkat, maksudnya, tokoh-tokoh yang memegang peranan tidak banyak jumlahnya, bisa jadi hanya seorang, dan paling banyak empat orang. Itu pun tidak seluruh kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh diungkapkan di dalam cerita.Fokus atau titik perhatian di dalam cerita hanya satu. Konfliknya hanya satu, dan ketika cerita itu dimulai, konflik itu sudah hadir di situ. Pendek, artinya, kita tidak menemukan adanya perkembangan cerita. Tidak ada cabang-cabang cerita. Tidak ada kelebatan pemikiran tokoh-tokohnya yang melebar ke pelbagai hal dan masalah. Dan karena jumlah tokohnya terbatas, peristiwanya singkat, waktu berlangsungnya tidak begitu lama, kata-kata yang dipakai harus hemat, tepat dan padat, maka tempat kejadiannya pun juga terbatas, berkisar 1-3 tempat saja. Unsur-unsur dalam cerpen1. TemaGagasan inti, ya itu tema. Dia merupakan pondasi sebuah bangunan. Tidak mungkin mendirikan bangunan tanpa pondasi. Artinya, tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.Ide pokok adalah sesuatu yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembacanya. Sesuatu itu biasanya adalah masalah kehidupan, komentar pengarang mengenai kehidupan atau pandangan hidup pengarang dalam menghadapi kehidupan luas ini. Pengarang tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tidak ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.Diantara tema itu antara lain; (1) Kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan; (2) Persahabatan sejati adalah setia dalam suka dan duka; (3) Cinta adalah energi kehidupan, karena cinta itu dapat mengatasi segala kesulitan. Dan lain sebagainya. 2. Alur atau PlotAlur adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Dalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan terntentu. Rancangan tujuan itu bukan plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot.Menurut Arswendo Atmowiloto, plot adalah sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar. Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerpen harus berdasarkan sebab akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa. Jakob Sumardjo dalam Seluk-beluk Cerita Pendek menjelaskan tentang plot dengan mengatakan, “contoh populer menerangkan arti plot adalah begini: Raja mati. Itu disebut jalan cerita. Tetapi raja mati karena sakit hati, adalah plot.”Dalam cerpen biasanya digunakan plot ketat, bila salah satu kejadian ditiadakan jalan cerita menjadi terganggu dan bisa jadi, tidak bisa dipahami. Adapun jenis plot antara lain: Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus terngiang di telinga pembaca. Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut.Adapun jika dilihat dari sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka; jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita di samping masalah dasar persoalan, plot tertutup; jika akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita, dan campuran keduanya.3. PenokohanYaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan bisa dikatakan sebagai mata air kekuatan sebuah cerpen.Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam. Pertama, sifat lahir (rupa, bentuk). Kedua, sifat batin (watak dan karakter). Sifat tokoh dalam cerita bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui: Tindakan, ucapan dan pikirannya Tempat tokoh tersebut berada Benda-benda di sekitar tokoh Kesan tokoh lain terhadap dirinya Dekripsi langsung secara naratif oleh pengarang. 4. Latar atau SettingLatar adalah keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema atau plot, karena untuk menghasilkan cerita yang gempal, padat dan berkualitas latar harus bersatu dengan tema dan plot. Latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot. 5. Sudut pandangan tokohSudut pandangan tokoh adalah visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pandangan ini sangat erat dengan tekhnik bercerita.Diantara sudut pandangan tokoh ini, antara lain: Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”-nya. Sudut pandangan orang ketiga. Yang dipakai adalah “ia” atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “aisha” dalam; “aisha” dalam Ayat-ayat Cinta.  Sudut pandangan campuran, pengarang membaurkan pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Sudut pandangan yang berkuasa. Tekhnik ini menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Tekhnik ini membuat cerita sangat informatif. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui. Anatomi cerpenAnatomi cerpen bisa juga disebut struktur cerita. Cerpen setidaknya memiliki anatomi sebagai berikut:1. Situasi (pengarang membuka cerita)2. Peristiwa-peristiwa terjadi3. Peristiwa-peristiwa memuncak4. Klimaks5. Anti KlimaksKomposisi cerpen menurut H.B. Jassin adalah; perkenalan, pertikaian dan penyelesaian. Cerpen yang baik adalah yang memiliki anatomi dan struktur cerita yang seimbang. Agar sebuah cerpen memiliki daya pikatAda beberapa trik-trik yang dapat dipertimbangkan agar cerpen anda memiliki daya tarik yang memikat, antara lain:o Carilah ide cerita yang menarik dan tidak klise.o Buatlah lead paragraf awal dan kalimat penutup cerita yang semenarik mungkin. Alinea awal dan alinea akhir sangat menentukan keberhasilan sebuah cerpan. Alinea awal berfungsi menggiring pembaca untuk menelusuri dan masuk dalam cerita yang dibacanya. Sedangkan kalimat akhir adalah kunci kesan yang disampaikan pengarang. Kunci kesan ini sangat penting, karena cerpen yang memberikan kesan yang mendalam di hati pembacanya, akan selalu dikenang.o Buat judul cerita yang bagus dan menarik. Judul yang baik harus menggugah rasa ingin tahu pembacanya. Menurut M. Fauzil Adhim, hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul; Pertama, judul sebaiknya singkat dan mudah diingat. Kedua, judul harus mudah diucapkan. Dan Ketiga, kuat maknanya.o Perhatikan tekhnik penceritaan. Tekhnik yang digunakan pengarang menyangkut penokohan, penyusunan konflik, pembangunan tegangan dan penyajian cerita secara utuh. Diantara tekhnik penceritaan adalah; in medias res (memulai cerita dari tengah) atau flashback (sorot balik, penyelaan kronologis).o Buatlah suspense, kejutan-kejutan yang muncul tiba-tiba (bedakan dengan faktor kebetulan), jangan terjebak pada cerita yang bertele-tele dan mudah ditebak.o Cerpen harus mengandung kebenaran, keterharuan dan keindahan.o Ingatlah setiap pengarang mempunyai gaya khas. Pakailah gaya sendiri, jangan meniru. Gunakan bahasa yang komunikatif. Hindari gaya berlebihan dan kata-kata yang terlalu muluk.o Perhatikan setiap tanda baca dan aturan berbahasa yang baik, tetapi tidak kaku. Jangan bosan untuk membaca dan mengedit ulang cerpen yang sudah anda selesaikan.Akhirnya sebagai penutup, agar cerpen kamu berbobot, saya ingatkan pesan Edgar Allan Poe, Dalam cerpen tak boleh ada satu kata pun yang terbuang percuma, harus punya fungsi, tujuan dalam komposisi keseluruhan. Selamat menulis cerpen.Sebagai pamungkas pembahasan ini, saya kemukakan sepuluh langkah yang paling diyakini oleh Ustadz Habiburrahman el Shirazy, adalah menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, menulis, dan menulis.Oleh Damanhuri Khazin Rahbini Ulasan Ustadz Habiburrahman el Shirazy dalam buku Fenomena Ayat-Ayat Cinta.

0 komentar:

Copyright @ 2013 RUMAH KEHIDUPAN.