08 Mei, 2026

CERDAS : MEMBACA DAMPAK, MENANGKAP ISYARAT, MENCAPAI PUNCAK

CERDAS: MEMBACA DAMPAK, MENANGKAP ISYARAT, MENCAPAI PUNCAK

Oleh : Abu Muhammad, Damanhuri Al Faqier*

Kecerdasan bukan hanya tentang tingginya ilmu, cepatnya berpikir, atau banyaknya hafalan. Kecerdasan sejati adalah kemampuan membaca dampak dari setiap tindakan, menangkap isyarat kehidupan, lalu menjadikannya jalan untuk mencapai kemuliaan. Orang cerdas tidak hidup secara asal-asalan, tetapi penuh pertimbangan dan kesadaran.

الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت

Orang yang cerdas selalu memikirkan dampak sebelum bertindak. Ia tidak mudah mengikuti emosi, hawa nafsu, atau dorongan sesaat. Dalam setiap langkah, ia bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa akibatnya kalau ini saya lakukan?” dan “Apa dampaknya kalau hal ini diteruskan?” Dengan cara berpikir seperti itu, seseorang akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Banyak persoalan dalam kehidupan muncul karena manusia bertindak tanpa mempertimbangkan akibatnya. Ada yang berbicara tanpa menjaga lisan sehingga merusak hubungan. Ada yang mengejar keuntungan sesaat tetapi melupakan kerusakan yang akan ditimbulkan. Ada pula yang mengikuti keinginan diri tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi agama, keluarga, dan masa depannya.

Sebaliknya, orang cerdas selalu menimbang manfaat dan mudarat. Bila suatu perkara membawa kebaikan, keberkahan, dan mendekatkan kepada Allah, maka ia akan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Namun bila dampaknya buruk dan menjauhkan dari kebaikan, maka ia memilih meninggalkannya. Kecerdasan seperti ini menunjukkan kedewasaan iman dan kebersihan hati.

Selain mampu membaca dampak, orang cerdas juga mampu menangkap isyarat. Ia tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang untuk memahami makna. Hatinya mudah tersentuh oleh nasihat, pelajaran, dan tanda-tanda yang Allah tunjukkan dalam kehidupan.

الذكي يفهم بالإشارة ولا يفهم الجاهل بألف عبارة

Enam kata di Muqoddimah Kitab Riyadussolihin misalnya, seperti di bawah ini.

  ............الحمد لله الواحد القهار، العزيز الغفار.

Dalam pembukaannya disebut nama Allah Al-Qahhar dan Al-Ghaffar. Bagi orang yang cerdas, penyebutan dua nama ini mengandung isyarat besar tentang perjalanan seorang mukmin.

Al-Qahhar mengajarkan rasa takut kepada Allah, takut terhadap dosa, dan takut akan akibat buruk dari kemaksiatan. Sedangkan Al-Ghaffar mengajarkan harapan terhadap rahmat dan ampunan Allah. Dua hal ini harus berjalan bersama. Rasa takut menjaga seseorang agar tidak lalai, sedangkan harapan membuatnya terus optimis dalam beribadah dan memperbaiki diri.

Keduanya ibarat dua sayap burung. Jika satu sayap rusak, maka burung tidak akan mampu terbang tinggi. Demikian pula seorang mukmin. Ia membutuhkan rasa takut dan harap secara seimbang agar dapat berjalan lurus menuju ridha Allah.

Karena itu, kecerdasan sejati bukan hanya soal kemampuan berpikir, tetapi juga kemampuan membaca dampak, menangkap isyarat, dan menjaga keseimbangan hati. Dengan itulah seseorang akan mampu mencapai puncak kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat.

* Perumus Metode Baca Kitab Teknik Bernafas (baca kitab para ulama Nusantara).

06 Mei, 2025

Untuk Kalian Para Da'i dan Penyebar Risalah Islam

Pendahuluan

Allah ﷻ berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menjadi dasar tanggung jawab moral dan spiritual yang besar bagi para pendidik dan orang tua dalam membentuk generasi yang bahagia dunia dan akhirat. Kebahagiaan ini bukan hanya dicapai melalui pendidikan formal, tetapi melalui komunikasi yang bermakna, sistem sosial yang adil, dan pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial-budaya anak.

1. Pendidikan Berbasis Sistem Sosial: Teori Getzels-Guba

Model Getzels-Guba mengingatkan kita bahwa setiap lembaga—baik keluarga, sekolah, atau pesantren—adalah sistem sosial yang memiliki dua dimensi:

  • Nomotetik (Struktural): di mana peran (guru, dai, orang tua) dan harapan terhadap mereka ditetapkan berdasarkan nilai-nilai lembaga.

  • Idiografik (Individu): memperhatikan kepribadian, kebutuhan, dan disposisi tiap anak atau individu dalam sistem.

Dalam konteks ini, seorang guru atau dai tidak hanya bertugas "mengajar", tetapi juga "memanusiakan" peserta didik, memahami kebutuhan spiritual, psikologis, dan emosional mereka.

📌 Praktiknya: seorang ustaz yang memahami bahwa santrinya pendiam bukan berarti pemalas, bisa jadi ia sedang menghadapi masalah batin, sehingga perlu pendekatan khusus.

2. Komunikasi Bermakna: Teori SPEAKING Dell Hymes

Komunikasi efektif dalam pendidikan Islam sangat krusial. Teori SPEAKING Dell Hymes menekankan bahwa komunikasi harus kontekstual dan menyentuh nilai-nilai budaya dan psikologis. Mari kita terapkan unsur-unsur SPEAKING:

  • Setting: Ajarkan di tempat yang penuh adab—masjid, ruang belajar, atau majelis taklim.

  • Participants: Sapa anak didik sesuai peran—bukan sekadar murid, tapi calon pemimpin.

  • Ends (Tujuan): Tujuan bukan hanya menyampaikan ilmu, tapi membentuk insan berakhlak mulia.

  • Act Sequence: Rancang urutan penyampaian: mulai dari kisah Qur’ani, refleksi, baru ajaran hukum.

  • Key: Sampaikan dengan nada penuh kasih, bukan marah atau menakut-nakuti.

  • Instrumentalities: Gunakan bahasa ibu, analogi yang relevan, teknologi bila perlu.

  • Norms: Tunjukkan adab saat bicara—duduk, mendengar, menyimak.

  • Genre: Gunakan genre kisah, nasihat, tanya jawab, hingga puisi religi—agar meresap ke hati.

📌 Seorang dai yang membahas kematian tidak hanya membaca ayat, tapi menyentuh hati hadirin dengan kisah nyata, nada lembut, dan empati mendalam.

3. Integrasi Al-Qur'an dalam Sistem dan Komunikasi

Al-Qur'an mendukung kedua pendekatan ini. Ia adalah kitab yang:

  • Menetapkan sistem sosial yang adil (lihat QS. An-Nisa: 58 tentang amanah).

  • Menghargai individu (lihat QS. Al-Isra: 70 tentang kemuliaan manusia).

  • Mengajarkan komunikasi bijak (lihat QS. An-Nahl: 125 tentang dakwah bil hikmah).

Penutup dan Seruan

Wahai para guru, dai, kiai, muballigh, dan orang tua—tugas kita bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi membangun peradaban hati. Dengan memadukan ajaran Al-Qur'an, komunikasi yang kontekstual (Dell Hymes), dan struktur sosial yang manusiawi (Getzels-Guba), kita bisa menghantarkan anak-anak kita bukan hanya sukses di dunia, tetapi bahagia dan selamat di akhirat.

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”
(HR. Muslim)


BAITUL MAKMUR dan KELUARGA MUSLIM

Bait al-Makmur merupakan sebuah Masjid yang terletak di Shidrotul Muntaha. Pada waktu Nabi Muhammad saw di Mi'roj kan, Nabi melaksanakan Sholat di tempat ini. Tempat ini ramai oleh para Nabi dan Nabi Muhammad saw menjadi Imam mereka pada sholat itu.

Bait al-Makmur artinya rumah yang damai dan merupakan dambaan seorang Muslim untuk menjadikan rumah-rumahnya sebagai rumah yang makmur dan ramai dengan kegiatan menjadi Abdullah, status sebagai hamba Allah dan kegiatan menjadi Kholifatullah, status sebagai pengelola alam ini.

Baitul Makmur dalam bahasa arab, berarti rumah yang ramai. ramai dengan apa? ramai dengan kebaikan. ramai dengan keindahan. dan  ramai dengan ketaatan. seyogyanya, rumah ini ramai dengan bacaan al Quran, sholawat, dzikir, majelis taklim dan sebagai tempat bermain bagi anak-anak. sebagai tempat menghilangkan penat dan capek bagi semua orang yang lelah. 

Baitul Makmur merupakan tempat memperbaiki semua keadaan. memperbaiki ibadah sholat yang belum baik. memperbaiki perilaku yang kurang elok. dan memperbaiki semua kerusakan dalam semua aspek kehidupan insan.

Semoga rumah kaum muslimin, bisa menjadi rumah sebagaimana halnya baitul makmur.



23 Januari, 2025

DUA GOLONGAN PENGHUNI NERAKA, PENGUASA DAN WANITA

Dua golongan yang menjadi penghuni neraka, penguasa dan wanita. Penguasa yang seperti apa? dan wanita yang bagaimana? bacalah penjelasannya dalam uraian berikut ini. 

١٢٥ - (۲۱۲۸) - حدثني زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بهَا النَّاسُ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاتٌ رُؤُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

Hadits dalam Shohih Muslim No 2128.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka menggunakannya untuk memukul manusia; (2) Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan cara menggoda dan membuat orang lain tergoda, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang jauh."

Dalam Hadits di atas, Rasulullah SAW menyebutkan dua golongan penghuni neraka yang mendapat peringatan serius. 

Pertama adalah kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang menggambarkan orang-orang yang menggunakan kekuasaan atau kekuatan fisik untuk menindas dan menyakiti orang lain. Gambaran ini merujuk pada alat yang mereka gunakan untuk menyiksa manusia, yang dapat dikaitkan dengan para pemimpin zalim atau penguasa yang menyalahgunakan otoritasnya demi menindas rakyatnya.  

Kedua adalah wanita yang "berpakaian tetapi telanjang," yakni mereka yang mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat secara sempurna, seperti pakaian yang transparan atau ketat. Selain itu, mereka juga digambarkan berjalan dengan sikap menggoda dan memiliki kepala seperti punuk unta, yang merujuk pada gaya rambut atau aksesori yang menonjol, tidak sesuai dengan kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam.

Kedua golongan ini diancam dengan hukuman berat, yakni tidak akan masuk surga dan bahkan tidak akan mencium bau surga, yang dalam hadits disebut dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. Ini menjadi indikasi betapa jauhnya mereka dari rahmat Allah akibat perbuatan mereka. Dari hadits ini, tersampaikan pesan moral penting bahwa Islam sangat menekankan keadilan, melarang penindasan, dan memperingatkan untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan. Bagi perempuan, terdapat anjuran untuk berpakaian sesuai syariat dan menutup aurat dengan sempurna. Selain itu, umat Islam diingatkan untuk tidak mengikuti gaya hidup yang melampaui batas atau perilaku yang dapat merusak moral

 

10 Desember, 2019

Al-Ustadz Ahkam Sumadiana : Islam, sistem hidup yang sempurna dan paripurna

Islam ini adalah sistem hidup, ia sempurna, karena semua hal yang dibutuhkan manusia ada ulasannya, ada aturannya, dimana setiap aturannya tuntas dan paripurna
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Memandang Islam idealnya bukan sekedar ajaran, terlebih yang berdimensi ritual, tetapi juga harus dipandang sebagai sebuah sistem, utuh, dan menyeluruh.
“Islam ini adalah sistem hidup, ia sempurna, karena semua hal yang dibutuhkan manusia ada ulasannya, ada aturannya, dimana setiap aturannya tuntas dan paripurna,” terang anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah, Ahkam Sumadiana, dalam tausiyah selepas shalat Shubuh di Masjid Baitul Karim, Komplek Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta (6/12/2019).
Pria yang hobi olahraga bulutangkis itu melanjutkan bahwa tidak mungkin orang bisa meragukan Islam sebagai sistem hidup.
“Bukti Islam sebagai sistem hidup yang sempurna dan paripurna bisa dilihat aspek yang diatur. Hingga persoalan WC ada aturannya dan dibahas secara tuntas, mulai dari tata cara masuk hingga keluar, tuntas,” terangnya.
“Jika masalah WC saja tuntas dan sempurna, tidak mungkin Islam tidak mengatur aspek yang lebih dari itu, seperti ekonomi, pendidikan, politik dan lain sebagainya,” urainya menambahkan.
Oleh karena itu, pria asli Gunung Kidul Yogyakarta itu mendorong umat Islam sadar bahwa Islam menghendaki umatnya melihat Islam sebagai sistem.
“Ketika kita mampu melihat dinul haq (Islam) ini sebagai sistem maka kita akan memahami bahwa dalam hidup ini bukan sekedar ibadah, kita dituntut untuk menjalankan perintah Allah dalam sebuah sistem, sistemik, dan sistematis. Inilah tugas umat Islam paling penting yang harus segera dimulai sekarang juga,” tutupnya.*/Imam Nawawi

27 April, 2014

Wong Fei Hung Seorang Muslim

Wong Fei Hong (Faisal Hussein Wong) Adalah Seorang Muslim (Ulama) ?

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namunsiapakah sebenarnya Wong Fei Hung ?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China . Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan , namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). 

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu
beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung . Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung. Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil
mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan 

Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil
menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan
hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

13 Maret, 2014

TAUSIYAH USTADZ ABDURRAHMAN MUHAMMAD

Ahad Subuh, 09/03/2014 di Masjid Aqshol Madinah


Ada tiga hakekat dalam al-Quran. 

Pertama, Hakekat Tilawah ( Haqqo Tilawatih) yang merupakan pintu pertama untuk masuk pada hakekat selanjutnya. Yang merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam membangun kelembagaan spiritual dalam dirinya. Yang merupakan pondasi yang pertama kali dibangun dalam membentuk bangunan Islam, Iman, dan Ihsan yang kuat dan kokoh. Karena Rosulullah saw dibentuk  dan masuk pada hakekat ini dulu dengan menerima wahyu Iqro’ sebagai wahyu pertama. Oleh karena itu, maka, Hakekat Tilawah ini yang harus terus menerus ditranformasikan oleh kita umat islam untuk diri-diri kita, keluarga kita, santri kita dan dalam lembaga kita ini. 

Teori SPEAKING Dell Hymes ( Sosiolinguistik )

Background

Sociolinguist
Dell Hymes developed the following model to promote the analysis of discourse as a series of speech events and speech acts within a cultural context. It uses the first letters of terms for speech components; the categories are so productive and powerful in analysis that you can use this model to analyze many different kinds of discourse. Mr. McGowan patricularly enjoys applying this model to storytelling.

06 Maret, 2014

Model Getzal-Guba gambaran organisasi sebagai sistem sosial



GETZELS-GUBA MODEL
Jacob W. Getzels
Egon G. Guba

Organizational (Nomothetic) Dimension

                       Institution                   Role                            Expectation

















 

Social              Group                         Climate                       Intentions              Observed
System                                                                                                                   Behavior



 
               Individual                   Personality                 Need
                                                                                                Disposition

Personal (Ideographic) Dimension


17 Desember, 2013

KEPEMIMPINAN DALAM BISNIS KELUARGA

Seorang pemimpin harus bisa dihargai & dihormati, memberi motivasi & inspirasi, menerima perbedaan dan bersedia melayani. Seorang pemimpin membangun kepercayaan dan bukan menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya.
Wow keren ya kedengarannya?
Gimana donk kita sebagai pemilik perusahaan keluarga dapat mencapai posisi itu?

25 November, 2013

TIPS MENGHADAPI WARTAWAN


Bergaul adalah sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. Karena manusia sebagai social human membutuhkan instrument untuk melaksanakan tugasnya sebagai orang yang bersosialisasi dengan yang lain. Manusia dari keahlian dan keterampilannya, sangat beragam, oleh karena itu dalam berinteraksi dengan manusia yang lain, diperlukan cara yang beragam pula.

Di samping itu, manusia mempunyai watak dan sifat yang variatif. Seseorang itu adalah manusia. Seseorang yang tinggal di lingkungan yang mengenal dan mempraktekkan agama dengan baik sangat berbeda dengan seseorang yang tinggal bersama dengan gerombolan penjahat dan bajingan.

Benarkah Rajin Sholat Berjamaah di Masjid, ciri teroris?

Semakin Jelas terlihat kepada kita. Ada arus besar yang sedang dibuat untuk tatanan dunia ini. Sholat jamaah juga disebut-sebut sebagai ciri khas 'teroris' menurut mereka.  Mereka ingin mengatakan bahwa orang islam yang rajin sholat berjamaah di masjid, rajin sholat malam, dan rajin puasa, bukan Muslim yang baik.


25 Juli, 2013

KEKAYAAN PEMIMPIN


Pemimpin itu harus kaya, setidaknya kaya ide, wawasan, semangat, dan jaringan komunikasi. Tanpa kekayaan itu, pemimpin tidak akan bisa menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya. Tugas pemimpin di antaranya adalah memberi arah ke mana organisasi yang dipimpinnya akan digerakkan. Untuk itu, mereka membutuhkan banyak ide dan wawasan yang luas.

17 Juli, 2013

TIMBANGAN ORANG BERIMAN

Salah satu kepribadian seorang muslim terhadap Tuhannya adalah menjadikan Ridho Alloh swt sebagai orientasi hidupnya dan cita-citanya. Seorang Muslim yang benar senantiasa mencari ridho Alloh dalam setiap amalannya. Keinginannya hanya agar Alloh senang, bahkan dalam setiap langkahnya dan pekerjaannya ingin Allah senang, BUKAN agar manusia senang. Walaupun, kadang-kadang dalam mencari Ridho Allah itu dia dibenci oleh manusia.

Rasulullah Saw dalam riwayat Tirmidzi, menyampaikan,

11 Juli, 2013

Karakter dan Kepribadian Seorang Muslim ( شخصية المسلم )


Saya sudah meneliti dan memperhatikan tentang kepribadian seorang Muslim kurang lebih 10 tahun. Selama sepuluh tahun saya fokuskan perhatian saya pada sifat Ifrat (berlebih-lebihan) dan Tafrit (lalai). Mari kita cermati dan kita perhatikan kondisi-kondisi pribadi seorang Muslim yang tidak menampakkan Pribadi yang diinginkan dan dikehendaki agama Islam ini.


28 Juni, 2013

BUTA, TULI, dan AL-QURAN



ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتنّ إلا وأنتم مسلمون .
Artinya : Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian tinggalkan dunia ini kecuali dalam menyerah kepada Allah swt.
Secara panjang lebar  dan dari berbagai sudut pandang, Allah swt dalam Al-Quran mengantar manusia untuk takwa kepada-Nya. Salah satu diantaranya, Allah swt mengenalkan diri-Nya kepada umat manusia. Bahkan, ulama menyatakan أول الدين معرفة الله (yang pertama dan utama dalam beragama ini adalah mengenal Allah swt).  Dari sini menjadi jelas bagi kita, bahwa yang melandasi kita dalam ber-Islam ini, baik berkualitas atau tidaknya, sangat ditentukan dan tergantung pada bagaimana pengenalan kita umat manusia ini kepada Allah swt.

02 Januari, 2013

Makanan dan Minuman Abadi (sebuah perenungan)

Ibarat makanan dan minuman, muncul istilah dikalangan anak manusia ini. Iaitu, makanan favorit dan minuman favorit. Ketika sebuah makanan dikategorikan makanan favorit oleh seseorang, sudah tentu pasti, dia sangat meng-gemar-inya, bahkan nikmat terasa, walau hanya dalam angan saja. Begitu juga dalam minuman.

Fungsi utama makanan adalah mengganti rasa lapar menjadi kenyang. Sedangkan fungsi minuman menghilangkan dahaga haus dan kemudian menyegarkan. Keduanya dibutuhkan oleh anak manusia. Keduanya masuk rangking teratas dalam daftar kebutuhan pertama dan utama atau disebut juga Primary of Needing.

Untuk kebutuhan ini, berdiri tegak gedung-gedung bertingkat, berkumpul dalam satu lokasi warung-warung makanan dan minuman.

23 Desember, 2012

MAHASISWA STAIL TIDAK DEWASA,BENARKAH??


Seperti biasanya, setiap Ahad Subuh Ketua Pembina menyampaikan tausiyah pembinaan kepada seluruh jamaah sholat Subuh di Masjid Aqshol Madinah Kejawan Putih Surabaya. Dalam tausiyah banyak hal yang disebutkan dan semuanya bermuara pada penguatan keimanan dan keyakinan seluruh jamaah. Jamaah subuh di Masjid ini terdiri dari warga sekitar, yang merupakan santri-santri dari SMP, SMA, dan santri yang tinggal di asrama Mahasiswa Darul Jihad. Penghuni asrama Mahasiswa Darul Jihad ini adalah mereka para mahasiswa STAI Luqman al Hakim program Takhossus.

08 Agustus, 2012

Tafsir Konstruktif atas KTSP

APA kurikulum yang pernah berlaku selama ini adalah Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, dan mulai tahun ajaran 2006/2007 diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kebijakan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Peraturan Menteri No. 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada tahun 2010 seluruh sekolah harus sudah melaksanakan KTSP. Pelaksananan KTSP secara penuh diharapkan mulai tahun ajaran 2007.

28 Juli, 2012

Kita, Orang Tua dan Santri


Sungguh berbuat baik dan berakhlak baik kepada kedua orang tua merupakan hal yang sangat penting karena berhubungan langsung dengan setiap insan, laki-laki atau perempuan. Hadits Nabi saw menunjukkan bahwa berbuat baik kepada orang tua memiliki  pengaruh yang besar terhadap akhlak baik dari anak-anak kita. Oleh karena itu, jika kita menghendaki anak kita berbuat baik pada kita maka bersegeralah kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita, sama saja kita sudah menikah atau masih bujang.