11 Juli, 2013

Filled Under:

Karakter dan Kepribadian Seorang Muslim ( شخصية المسلم )


Saya sudah meneliti dan memperhatikan tentang kepribadian seorang Muslim kurang lebih 10 tahun. Selama sepuluh tahun saya fokuskan perhatian saya pada sifat Ifrat (berlebih-lebihan) dan Tafrit (lalai). Mari kita cermati dan kita perhatikan kondisi-kondisi pribadi seorang Muslim yang tidak menampakkan Pribadi yang diinginkan dan dikehendaki agama Islam ini.


Kita bisa melihat, seseorang yang rajin berada di Shaf pertama ketika di masjid, namun dia lalai pada penampilan dan bau yang tidak sedap. Kita saksikan pada seseorang yang kelihatan taat dan rajin beribadah di masjid, tapi dia membatasi silaturrahim atau silaturrahim dengan orang lain tidak baik. Di sana juga, ada orang yang taat beribadah sering keluar berdakwah, namun mengabaikan pendidikan terhadap keluarganya. Ada juga yang sangat besar perhatian terhadap anak-anaknya tapi durhaka terhadap kedua orang tuanya. Pun sebaliknya, baik terhadap kedua orang tuanya tapi Zalim terhadap istrinya dan buruk dalam memperlakukannya.

Kadangkala, dalam lingkungan aktifis, untuk urusan pribadi maka semua waktu dikorbankan tapi ketika menyangkut urusan sosial dan umat islam tidak demikian. Juga, seseorang kelihatan baik dalam beragama tapi lalai dalam adab-adab seperti, salam, adab makan, minum, dan muamalah dengan orang lain.

Yang menjadi latar belakang dalam penelitian saya, yaitu ingin mencari dan menemukan nash-nash atau dalil-dalil, arahan-arahan membentuk kepribadian yang utuh paripurna menurut yang dikehendaki Islam. Saya menemukan jarak yang sangat jauh, antara kepribadian seorang Muslim yang ditampilkan dengan apa yang dikehendaki Islam. Saya melihat, sedikit sekali yang benar aqidahnya, baik Islamnya, jernih hatinya, semangat yang menggelora dalam mencari ilmu Allah, haus dalam berusaha mendapatkan petunjuk-petunjuk Allah swt.

Maka, sebenarnya Nash Al-Quran yang menjadi sumber kesadaran dalam Keber-Islam-an kita, akan menghantarkan menjadi manusia sosial, maju dan unik. Manusia yang dilahirkan lewat pencerahan dan pengarahan Al-Quran adalah manusia yang memiliki keagungan budi pekerti sehingga dia menjaga agamanya dan mengharap pahala dan gaji dari Allah saja.

Saya kumpulkan nash dari Al-Quran dan al-Hadits dan saya susun sesuai dengan bab pembahasanya sehingga terkumpul sebuah kaedah bagaimana kepribadian seorang Muslim itu. Di antara kepribadian yang perlu kita perhatikan supaya menjadi pribadi yang dominan dan unggul, adalah sebagai berikut :

1. Seorang Muslim terhadap Tuhannya. 2. Seorang Muslim terhadap dirinya. 3. Seorang Muslim terhadap kedua orang tuanya. 4. Seorang Muslim terhadap Istrinya. 5. Seorang Muslim terhadap anak-anaknya. 6. Seorang Muslim terhadap kerabatnya. 7. Seorang Muslim terhadap tetangganya. 8. Seorang Muslim terhadap saudara dan teman-temannya. 9. Seorang Muslim ditengah Masyarakat.

Untuk selanjutnya, kepada pembaca yang mengharap dan menginginkan dalil-dalil dan arahan-arahan Quran terkait kepribadian yang ingin kita bentuk supaya memiliki kepribadian yang unggul dalam semua aspek, maka silahkan mengikuti kajian Ba'da Dzuhur bersama Ustadz-Ustadz dari Pesantren Hidayatullah Surabaya di Masjid Aqshal Madinah. Kitab yang dikaji berjudul Syahshiyatul Muslim kama Yashughuha al-Islam fi al-Kitab wa  al-Sunnah.

1 komentar:

Muttaqin mengatakan...

SubhanalLOh ... inilah realita yang menjadi PR besar para Da'i dan Pendidik, bagaimana membentuk karakter muslim kepada orang muslim. Kadang juga kepada Da'i dan Pendidiknya juga tanpa terkecuali.
Sering kita temui pera aktifis kita yang begitu idealis mengangkat risalah, namun tersandung oleh hadits "kesucian sebagian dari iman" .....
suci diri, suci pakaian, suci lingkungan, suci perkataan, suci hati, suci segalanya ...
Kenapa bisa tersandung ?
Sebabnya cukup sederhana, yaitu "tidak terbiasa dengan pola hidup bersih" sehingga kesucian sangat susah untuk dicapai, walLohu'alam ...

Copyright @ 2013 RUMAH KEHIDUPAN.