
ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتنّ إلا وأنتم مسلمون
.
Artinya : Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan
sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian tinggalkan dunia ini kecuali dalam
menyerah kepada Allah swt.
Secara panjang lebar dan dari
berbagai sudut pandang, Allah swt dalam Al-Quran mengantar manusia untuk takwa
kepada-Nya. Salah satu diantaranya, Allah swt mengenalkan diri-Nya kepada umat
manusia. Bahkan, ulama menyatakan أول الدين معرفة الله (yang pertama dan utama
dalam beragama ini adalah mengenal Allah swt).
Dari sini menjadi jelas bagi kita, bahwa yang melandasi kita dalam
ber-Islam ini, baik berkualitas atau tidaknya, sangat ditentukan dan tergantung
pada bagaimana pengenalan kita umat manusia ini kepada Allah swt.
الرحمن. علّم القرآن. Termasuk kasih sayang Allah
swt kepada kita umat manusia yaitu Allah mengajarkan pedoman hidup kepada
manusia. Pedoman hidup bagi manusia adalah Al-Quran. Sejak Allah swt menciptakan manusia pertama
Adam as, Allah swt iringi penciptaan itu dengan ilmu. Allah menyebutkan dalam
Al-Quran وعلّم آدم الأسماء كلّها .
Maka, ketika Adam mengikuti ilmu Allah itu, Allah swt menginstruksikan
kepada seluruh makhluk-Nya, termasuk malaikat, untuk sujud kepada Adam. Allah
swt berfirman,
وإذ قلنا للملائكة اسجدوا فسجدوا . dan ketika mahkluk-makhluk itu sujud kepada
Adam dalam rangka mengikuti ilmu Allah swt, mereka sujud karena mengikuti
ajaran Allah, maka yang terjadi adalah keharmonisan secara universal.
Namun, ada makhluk yang tidak mau sujud yaitu Iblis ( إلا إبليس ). Dan karena Iblis tidak mau sujud, tidak mau
mengikuti ajaran Allah, maka Iblis divonis oleh Allah swt sebagai makhluk
terkutuk. Iblis ternyata tidak mau menjadi makhluk terkutuk sendirian.
Akhirnya, dia memohon kepada Allah2 permintaan. Pertama, dia mohon untuk tidak
dimatikan sampai hari kiamat. Yang kedua, dia minta untuk diberi kebebasan
menjerumuskan anak cucu Adam.
Maka, permintaan Iblis itu dikabulkan oleh Allah swt, dan Iblis konsisten
dengan misinya. Dia tarik anak cucu Adam dan anak cucu Jin untuk mengikutinya.
Sementara Iblis sendiri adalah bagian dari Jin, Allah swt berfirman, كان من الجنّ ففسق عن أمر ربه (Dia
iblis termasuk golongan Jin, lalu dia melanggar dari perintah Tuhannya).
Manusia dan jin yang telah direkrut oleh Iblis, lalu mereka diikat dalam
sebuah organisasi. Dan organisasi ini dikenal dengan حزب الشيطان (Partai Syetan). Dalam
Al-Quran terdapat 2 partai, yaitu Hizbu as-Syaithon ( حزب الشيطان ) dan Hizbullah ( حزب الله ). Hizbu asy-Syaithon ini
dipimpin oleh Iblis. Visi dasar dari organisasi ini adalah mengantar manusia ke
neraka. Misinya adalah menjauhkan manusia dari ajaran Allah swt (القرآن ), dari pedoman hidup manusia.
Gerakan misi partai
syetan ini bisa dilihat dalam surah Al-An’am : 112.
وكذلك جعلنا لكل نبي عدوّا شياطين الإنس والجنّ
يوحي بعضهم إلى بعض زحرف القول غرورا .
Dan demikianlah Kami jadikan rival dan musuh bagi setiap Nabi, yaitu
syetan-syetan dari golongan manusia dan jin.(apa kerjanya?) Sebagian mereka saling menasehati sebagian
yang lain terhadap Zukhruf Al-Qouli, ucapan-ucapan, konsep yang zukhruf
(indah) sebagai ghururo alat
untuk menipu dan memperdaya.
Nah, disinilah Iblis menggunakan ucapan yang batil yang dibungkus dengan
keindahan, tidak lain itu dilakukan dalam rangka memperdaya manusia dan jin
untuk menjadi pengikutnya.
Ketika Iblis berhasil menggaet anak cucu manusia jauh dari ajaran Allah swt
sehingga dominasi planet bumi ini didominasi oleh pengikut partai syetan
(sehingga muncul manusia seperti Namrud, Fir’aun, Abu Lahab dan lain sebagainya)
maka Allah swt dengan kasih sayang-Nya selalu mengangkat Nabi dan Rasul untuk
mengeluarkan manusia yang telah mengikuti partai syetan kembali kepada ajaran
Allah swt. Ketika Namrud berkuasa maka Allah mengangkat Nabi Ibrohim as.
Fir’aun berkuasa maka Allah swt mengangkat Nabi Musa as. Abu Lahab berkuasa,
Allah swt mengangkat Nabi Muhammad saw.
Bahkan, ketika Nabi Muhammad saw wafat, dengan kasih sayang-Nya Allah swt berfirman
:
إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون (Sungguh Kami telah
menurunkan Al-Quran dan sungguh Kami selalu menjaganya). Dari sini, ada jaminan
bahwa Al-Quran ini akan selalu dipelihara keberlangsungannya. Kita bisa melihat
bahwa Al-Quran selalu diajarkan dari berbagai sisi kehidupan. Di Televisi, di
Sekolah, di Masjid, di mana-mana Al-Quran diajarkan sampai hari kiamat.
Sehingga, kalau ada umat manusia tidak mau tahu terhadap ajaran-ajaran
Allah swt, sementara Allah swt telah paparkan dari berbagai media tentang
ajaran ini, maka dengan terpaksa Allah swt lemparkan ke Neraka. Lalu penjaga
neraka itu, nanti di neraka hanya bertanya tentang Al-Quran saja.
Allah swt
berfirman :
كلما ألقي فيها فوج سألهم خزنتها ألم يأتكم
نذير، قالوا بلى قد جاءنا نذيرٌ فكذّبنا وقلنا ما نزل الله من شيئ إن أنتم إلا في
ضلال كبير لو كنّا نسمع أو نعقل ما كنّا في أصحاب السعير.
Artinya : Ketika sekelompok manusia dilemparkan ke dalam neraka, penjaga
neraka bertanya kepada mereka (yang masuk ke neraka), tidakkah telah datang
kepada kalian orang yang memberi peringatan ? mereka berkata : “benar, telah datang kepada kami
seorang pemberi peringatan lalu kami mendustakannya” dan kami katakan, Allah
tidak menurunkan suatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang nyata. (Mereka
menyesal dan berkata) andaikata kami dulu (di dunia) kami mendengar ( al-Quran)
dan kami menghayatinya, niscaya kami bukan penghuni neraka ini.
Namun, mereka penghuni neraka itu mengakui terhadap dosa yang telah mereka
kerjakan selama di dunia itu ( فاعترفوا بذنبهم ). Sehingga bisa dinyatakan,
bahwa hakekat dosa adalah ketika kita umat manusia ini tidak menggunakan mata,
telinga dan hati untuk mempelajari dan menghayati Al-Quran. Dan orang yang buta
dan tuli (terhadap Al-Quran) ini oleh Allah swt disebut sebagai makhluk yang
paling jelek.
Allah swt berfirman, إنّ شرّ الدوآبّ عند
الله الصمُّ البكمُ sesungguhnya
makhluk yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang tuli dan buta. Tuli
adalah tidak bisa mendengar dan buta adalah tidak bisa melihat.
Bukan mereka itu tidak mendengar. Mereka makhluk yang buruk itu mendengar
semuanya kecuali Al-Quran. Mereka bisa bicara. Mereka bicara politik, ekonomi,
berita terkini. Namun ketika diminta bicara Al-Quran, mereka bisu.
Akhirnya mudah-mudahan kita tidak tergolong pada
golongan orang-orang buta dan tuli. Dan semoga kita menjadi hamba Allah yang
sholeh dan menjadi salah bagian dari pemelihara dan penjaga Al-Quran ini.
Demikian petikan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Anwari Hambali ketika
khutbah jumat di Masjid Aqshal Madinah Pesantren Hidayatullah Surabaya.
Mudah-mudahan menjadi renungan dan kepada Allah swt semua dikembalikan.

0 komentar:
Posting Komentar