Seperti
biasanya, setiap Ahad Subuh Ketua Pembina menyampaikan tausiyah pembinaan
kepada seluruh jamaah sholat Subuh di Masjid Aqshol Madinah Kejawan Putih
Surabaya. Dalam tausiyah banyak hal yang disebutkan dan semuanya bermuara pada
penguatan keimanan dan keyakinan seluruh jamaah. Jamaah subuh di Masjid ini
terdiri dari warga sekitar, yang merupakan santri-santri dari SMP, SMA, dan
santri yang tinggal di asrama Mahasiswa Darul Jihad. Penghuni asrama Mahasiswa
Darul Jihad ini adalah mereka para mahasiswa STAI Luqman al Hakim program Takhossus.
Untuk
mempertajam ulasan ini, sudah seharusnya, setiap mahasiswa bisa bertanya
terhadap dirinya, apakah saya sudah dewasa atau saya belum dewasa? Dalam menjawab
pertanyaan ini, tidak bisa dengan kata-kata saja, tidak bisa dengan tulisan
singkat ini. Tapi, jawaban dengan sikap dan perilaku seorang mahasiswa itu
sendiri. Sikap ketika berhubungan dengan sesama mahasiswa, sikap ketika
berhubungan dengan adiknya, sikap ketika berhubungan dengan orang tua mereka. Dalam
sikap itu seorang yang dewasa mampu menempatkan posisi dan fungsi. Di samping
sikap, jawaban seorang mahasiswa dengan perilakunya. Perilaku belajar, perilaku
ibadah, perilaku menggunakan waktu yang sudah ditentukan dalam asrama, perilaku
dalam menggunakan fasilitas laptop, dan lain sebagainya.
Menciptakan
seorang yang dewasa dalam arti sesungguhnya bukan pekerjaan ringan. Namun,
perlu keseriusan dan kesungguhan dalam pekerjaan ini. Di samping kesungguhan
juga ketelitian. Dalam kacamata pendidikan, membentuk pribadi mahasiswa dewasa
adalah menciptakan suasana kedewasaan. Maka tidak ada cara lain, kalau mau
membentuk kedewasaan mahasiswa, mereka harus ditempa dan dilatih dalam suasana
kedewasaan pula. Sebagaimana konsekwensi menjadi mukallaf –akan berhasil
menjadi mukallaf sejati- dalam menjalankan taklif (beban) yang
diberikan kepada mereka yang ditekankan secara formal legalisasi aturan atau
secara non-formal kultural self awarness.
Dengan
kata lain, menjadi mustahil (tidak mungkin) membentuk kedewasaan
mahasiswa bila ditempuh dengan suasana yang tidak mendewasakan. Penting untuk diingat dan
ditanamkan dalam-dalam dalam lahan ingatan dan pemahaman mahasiswa, bahwa,
kalian bukan mahasiswa biasa. Kalian adalah mahasiswa STAIL, mahasiswa luar
biasa yang ditunggu umat manusia. Mahasiswa luar biasa yang menggetarkan
kekafiran dan meluluhkan kejahilan. Semoga kita semua, Allah swt arahkan jalan,
Allah swt bentangkan jalan ini, sehingga kita dengan mudah melewatinya. Wallohu
A’lamu.

3 komentar:
assalamualaikum wr wb,,, :)
khaifa khaluk Ust, , , tentunya hrapan kami shat wal afiat, Amin
afwan Ust, kalau boleh saya memberi saran tidak seharusnya Ust mempostkan artikel nie, kenapa???
karena tidak selayaknya seorang dosen memberi keritikan kepada mahasiswanya dengan harus mempostkan ke dunia maya, karena kita semua mengetahui dunia maya tidak hanya 1 or 2 orng saja melainkan seluruh dunia akan membaca apa yang ada di dunia maya ini.
seandainya saja ada orang lain diluar sana yang membaca artikel ini apa kata mereka, yang ada malah nama STAIl akan menambah garis kejelekan di mata para pembaca,,,
dan kami sebagai mahasiswa khususnya saya walaupun temen2 mengatakan demikian, kami sangat merasa terpojokkan karena kami adlah mahasiswa Ust sendiri.
afwan sekali lagi Ust,,, bukannya kami tidak terima, tapi kami kurang nyakin dan penuh ketidak percayaan ada dosen yang mengkritik mahasiswanya sendiri harus melibatkan dunia lain (maya),
kami tidak MENGKRITIK tapi hanya memberi SARAN agar kedepannya tidak melibatkan dunia lain yang begitu eksis yakni dunia maya,,,, syukron Ust atas pemberitahuannya yang tanpa kami sangka2,, :)
wasslam,,,,,
syukron Ust sudah mau mengonfrmsi Saran saya,,,,
Posting Komentar