Ahad Subuh, 09/03/2014
di Masjid Aqshol Madinah
Ada tiga hakekat dalam
al-Quran.
Pertama, Hakekat Tilawah ( Haqqo Tilawatih) yang merupakan
pintu pertama untuk masuk pada hakekat selanjutnya. Yang merupakan hal pertama
yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam membangun kelembagaan spiritual
dalam dirinya. Yang merupakan pondasi yang pertama kali dibangun dalam membentuk
bangunan Islam, Iman, dan Ihsan yang kuat dan kokoh. Karena Rosulullah saw
dibentuk dan masuk pada hakekat ini dulu
dengan menerima wahyu Iqro’ sebagai wahyu pertama. Oleh karena itu, maka,
Hakekat Tilawah ini yang harus terus menerus ditranformasikan oleh kita umat
islam untuk diri-diri kita, keluarga kita, santri kita dan dalam lembaga kita
ini.
Ketika benar hakekat tilawah ini maka kita mampu masuk pada hakekat yang
kedua, yaitu Hakekat Jihad (Haqqo Jihadih). Jihad merupakan pilihan yang
dipilih oleh orang-orang yang beriman sebagai sebuah gerakan. Gerakan Jihad
Islami adalah dalam bahasa arab al-Harokah al-Jihadiyah al-Islamiyah. Pilihan
ini dipilih karena seorang mukmin sadar bahwa dunia ini merupakan pentas besar
pertarungan antara orang-orang baik dengan orang-orang tidak baik. Mukmin yang
berkualitas adalah Mukmin yang Berkesadaran dalam menjalankan ketaatannya
kepada Alloh swt. Orang yang ber-Islam dengan kesadaran ini menempati posisi
yang baik, karena sadar dalam ketaatan itu sudah bagus. Namun, Maha Pemurahnya
Alloh swt karena Keterpaksaan itu juga baik, karena terpaksa itu adalah Jihad.
Oleh karenanya, Alloh swt berfirman , Infiru Hifafan wa Tsiqolan
(Berangkatlah kalian berjihad dalam keadaan ringan atau dalam keadaan berat).
Maka, coba renungkan ayat-ayat tentang jihad ! Renungkan isi surah Taubah,
Surah al-Anfal dan surah an-Nisa’! Mungkinkah kita masuk dalam pintu hakekat
jihad ini? Orang yang tidak serius tidak bisa melewati pintu ini. Orang yang
tidak bersungguh-sungguh tidak mungkin mampu melewati pintu ini. Maka yang
setengah-setengah dalam wala’ barro’ nya ini tidak akan mampu masuk dan
tidak mungkin jadi. Orang yang belum sadar dalam ketaatan ini perlu dipaksa
supaya taat, dan itu adalah jihad.
Karena kalau kita sudah melewati hakekat tilawah
dan hakekat jihad ini kita akan memasuki hakekat yang ketiga yaitu Hakekat
Taqwa (Haqqo Tuqotih). Hakekat Taqwa merupakan hakekat tertinggi dan
menjadi sarana Alloh swt memuliakan seorang Mukmin. Yang paling Mulia di sisi
Alloh swt adalah yang paling bertaqwa. Dan orang-orang yang mulia itulah yang
hanya akan disambut oleh hamba-hamba Alloh yang mulia juga. Dan ketiga hakekat
ini berbanding lurus dan searah. Hakekat taqwa hanya akan digapai ketika
hakekat tilawah benar. Orang yang sukses dalam tilawah adalah orang alim atau
para ulama’. Alloh swt menyatakan Innama Yakhsya Alloha Min ‘Ibadihi
al-Ulama’ ( Orang Alim itu adalah orang yang banyak sujud kepada Alloh
swt). Bukan ulama’ itu kalau dia tidak banyak beribadah kepada Alloh swt.
Tilawah atau Ber-Iqro’ yang benar akan berujung pada Wasjud Waqtarib.
Artinya, apapun pembacaannya dia harus berakhir dengan bersujud kepada Alloh
swt dan mendekatkan diri kepada Alloh swt. Sujud dan mendekat kepada Alloh swt
merupakan hasil dari pembacaannya.
( Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bahasa karena mungkin redaksi dari Penulis )
Penulis Damanhuri
13 Maret, 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
Assalamualaikum ya akhi apa kabar? moga dalam kondisi sehat selalu"salam dan kunjungan baliknya diBlogku ^_^
Barokalloh fiik wa ahlikum.
Ringkasan yg sangat bermakna untuk mengingatkan kita, dalam fungsi dawah. Dgn tulisan yg lugas dsn syamil. Syukron.
Posting Komentar