13 Maret, 2014

Filled Under:
,

TAUSIYAH USTADZ ABDURRAHMAN MUHAMMAD

Ahad Subuh, 09/03/2014 di Masjid Aqshol Madinah


Ada tiga hakekat dalam al-Quran. 

Pertama, Hakekat Tilawah ( Haqqo Tilawatih) yang merupakan pintu pertama untuk masuk pada hakekat selanjutnya. Yang merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam membangun kelembagaan spiritual dalam dirinya. Yang merupakan pondasi yang pertama kali dibangun dalam membentuk bangunan Islam, Iman, dan Ihsan yang kuat dan kokoh. Karena Rosulullah saw dibentuk  dan masuk pada hakekat ini dulu dengan menerima wahyu Iqro’ sebagai wahyu pertama. Oleh karena itu, maka, Hakekat Tilawah ini yang harus terus menerus ditranformasikan oleh kita umat islam untuk diri-diri kita, keluarga kita, santri kita dan dalam lembaga kita ini. 



Ketika benar hakekat tilawah ini maka kita mampu masuk pada hakekat yang kedua, yaitu Hakekat Jihad (Haqqo Jihadih). Jihad merupakan pilihan yang dipilih oleh orang-orang yang beriman sebagai sebuah gerakan. Gerakan Jihad Islami adalah dalam bahasa arab al-Harokah al-Jihadiyah al-Islamiyah. Pilihan ini dipilih karena seorang mukmin sadar bahwa dunia ini merupakan pentas besar pertarungan antara orang-orang baik dengan orang-orang tidak baik. Mukmin yang berkualitas adalah Mukmin yang Berkesadaran dalam menjalankan ketaatannya kepada Alloh swt. Orang yang ber-Islam dengan kesadaran ini menempati posisi yang baik, karena sadar dalam ketaatan itu sudah bagus. Namun, Maha Pemurahnya Alloh swt karena Keterpaksaan itu juga baik, karena terpaksa itu adalah Jihad. Oleh karenanya, Alloh swt berfirman , Infiru Hifafan wa Tsiqolan (Berangkatlah kalian berjihad dalam keadaan ringan atau dalam keadaan berat). Maka, coba renungkan ayat-ayat tentang jihad ! Renungkan isi surah Taubah, Surah al-Anfal dan surah an-Nisa’! Mungkinkah kita masuk dalam pintu hakekat jihad ini? Orang yang tidak serius tidak bisa melewati pintu ini. Orang yang tidak bersungguh-sungguh tidak mungkin mampu melewati pintu ini. Maka yang setengah-setengah dalam wala’ barro’ nya ini tidak akan mampu masuk dan tidak mungkin jadi. Orang yang belum sadar dalam ketaatan ini perlu dipaksa supaya taat, dan itu adalah jihad. 

Karena kalau kita sudah melewati hakekat tilawah dan hakekat jihad ini kita akan memasuki hakekat yang ketiga yaitu Hakekat Taqwa (Haqqo Tuqotih). Hakekat Taqwa merupakan hakekat tertinggi dan menjadi sarana Alloh swt memuliakan seorang Mukmin. Yang paling Mulia di sisi Alloh swt adalah yang paling bertaqwa. Dan orang-orang yang mulia itulah yang hanya akan disambut oleh hamba-hamba Alloh yang mulia juga. Dan ketiga hakekat ini berbanding lurus dan searah. Hakekat taqwa hanya akan digapai ketika hakekat tilawah benar. Orang yang sukses dalam tilawah adalah orang alim atau para ulama’. Alloh swt menyatakan Innama Yakhsya Alloha Min ‘Ibadihi al-Ulama’ ( Orang Alim itu adalah orang yang banyak sujud kepada Alloh swt). Bukan ulama’ itu kalau dia tidak banyak beribadah kepada Alloh swt. Tilawah atau Ber-Iqro’ yang benar akan berujung pada Wasjud Waqtarib. Artinya, apapun pembacaannya dia harus berakhir dengan bersujud kepada Alloh swt dan mendekatkan diri kepada Alloh swt. Sujud dan mendekat kepada Alloh swt merupakan hasil dari pembacaannya.

( Mohon maaf apabila  ada kesalahan dalam bahasa karena mungkin redaksi dari Penulis )
Penulis Damanhuri 

2 komentar:

ISLAMIC ARTICLE mengatakan...

Assalamualaikum ya akhi apa kabar? moga dalam kondisi sehat selalu"salam dan kunjungan baliknya diBlogku ^_^

Unknown mengatakan...

Barokalloh fiik wa ahlikum.
Ringkasan yg sangat bermakna untuk mengingatkan kita, dalam fungsi dawah. Dgn tulisan yg lugas dsn syamil. Syukron.

Copyright @ 2013 RUMAH KEHIDUPAN.