25 Juli, 2013

Filled Under:

KEKAYAAN PEMIMPIN


Pemimpin itu harus kaya, setidaknya kaya ide, wawasan, semangat, dan jaringan komunikasi. Tanpa kekayaan itu, pemimpin tidak akan bisa menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya. Tugas pemimpin di antaranya adalah memberi arah ke mana organisasi yang dipimpinnya akan digerakkan. Untuk itu, mereka membutuhkan banyak ide dan wawasan yang luas.

Pemimpin juga harus selalu bersemangat. Biasanya orang bersemangat tatkala memiliki cita-cita yang jelas dan kaya ide untuk meraih cita-citanya itu. Itulah sebabnya pemimpin disebut harus memiliki visi, misi yang jelas. Ada saja pemimpin yang disebut tidak memiliki visi, tidak memiliki konsep, sehingga seperti tidak tahu apa yang akan dikerjakan.

Seseorang yang tidak kaya ide, wawasan, dan semangat tetapi kebetulan menjadi pemimpin,maka sehari-hari akan mengalami kebingungan sendiri. Ia tidak tahu kemana organisasinya digerakkan dan bagaimana menggerakkannya. Pemimpin seperti ini biasanya mencari alasan yang sekiranya rasional, organisasinya tidak jalan. Alasan yang dianggap masuk akal adalah mengaku tidak tersedia dana yang cukup, dan daya dukung terbatas.

Padahal sebab yang paling tepat organisasinya tidak maju adalah oleh karena faktor pemimpinnya itu sendiri. Ia tidak memiliki kekayaan atau kekuatan untuk menggerakkan organisasinya itu. Manakala seorang pemimpin punya ide, wawasan, dan semangat maka kekurangan dana itu bisa dicukupi dan begitu pula daya dukung yang diperlukan.

Untuk mengimplementasikan ide, wawasan dan bahkan semangat maka diperlukan jaringan. Permimpin harus pintar membangun komunikasi dengan siapapun. Orang, lembaga, dan apa saja harus dicari dan dihimpun. Semua itu adalah kekuatan yang bisa digunakan oleh seorang pemimpin. Pemimpin tidak cukup hanya berkumpul dengan orang-orang yang dianggap sebagai kawan, orang dekat, dan kelompoknya.

Siapapun harus bisa diajak bekerjasama sesuai dengan kepentingan pemimpin yang bersangkutan. Tentu kepentingan itu beraneka ragam dan banyak jumlahnya. Oleh karena itu adanya orang yang memiliki sifat, karakter, dan perilaku yang berbeda-beda justru menjadikan seorang pemimpin memiliki kekayaan yang semakin sempurna.

Untuk Melihat lebih lanjut silahkan kunjungi http://imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=1926


Pemimpin itu harus kaya, setidaknya kaya ide, wawasan, semangat, dan jaringan komunikasi. Tanpa kekayaan itu, pemimpin tidak akan bisa menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya. Tugas pemimpin di antaranya adalah memberi arah ke mana organisasi yang dipimpinnya akan digerakkan. Untuk itu, mereka membutuhkan banyak ide dan wawasan yang luas.

Pemimpin juga harus selalu bersemangat. Biasanya orang bersemangat tatkala memiliki cita-cita yang jelas dan kaya ide untuk meraih cita-citanya itu. Itulah sebabnya pemimpin disebut harus memiliki visi, misi yang jelas. Ada saja pemimpin yang disebut tidak memiliki visi, tidak memiliki konsep, sehingga seperti tidak tahu apa yang akan dikerjakan.

Seseorang yang tidak kaya ide, wawasan, dan semangat tetapi kebetulan menjadi pemimpin,maka sehari-hari akan mengalami kebingungan sendiri. Ia tidak tahu kemana organisasinya digerakkan dan bagaimana menggerakkannya. Pemimpin seperti ini biasanya mencari alasan yang sekiranya rasional, organisasinya tidak jalan. Alasan yang dianggap masuk akal adalah mengaku tidak tersedia dana yang cukup, dan daya dukung terbatas.

Padahal sebab yang paling tepat organisasinya tidak maju adalah oleh karena faktor pemimpinnya itu sendiri. Ia tidak memiliki kekayaan atau kekuatan untuk menggerakkan organisasinya itu. Manakala seorang pemimpin punya ide, wawasan, dan semangat maka kekurangan dana itu bisa dicukupi dan begitu pula daya dukung yang diperlukan.

Untuk mengimplementasikan ide, wawasan dan bahkan semangat maka diperlukan jaringan. Permimpin harus pintar membangun komunikasi dengan siapapun. Orang, lembaga, dan apa saja harus dicari dan dihimpun. Semua itu adalah kekuatan yang bisa digunakan oleh seorang pemimpin. Pemimpin tidak cukup hanya berkumpul dengan orang-orang yang dianggap sebagai kawan, orang dekat, dan kelompoknya.

Siapapun harus bisa diajak bekerjasama sesuai dengan kepentingan pemimpin yang bersangkutan. Tentu kepentingan itu beraneka ragam dan banyak jumlahnya. Oleh karena itu adanya orang yang memiliki sifat, karakter, dan perilaku yang berbeda-beda justru menjadikan seorang pemimpin memiliki kekayaan yang semakin sempurna. - See more at: http://imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=1926#sthash.4zwxzxEs.dpuf
Pemimpin itu harus kaya, setidaknya kaya ide, wawasan, semangat, dan jaringan komunikasi. Tanpa kekayaan itu, pemimpin tidak akan bisa menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya. Tugas pemimpin di antaranya adalah memberi arah ke mana organisasi yang dipimpinnya akan digerakkan. Untuk itu, mereka membutuhkan banyak ide dan wawasan yang luas.

Pemimpin juga harus selalu bersemangat. Biasanya orang bersemangat tatkala memiliki cita-cita yang jelas dan kaya ide untuk meraih cita-citanya itu. Itulah sebabnya pemimpin disebut harus memiliki visi, misi yang jelas. Ada saja pemimpin yang disebut tidak memiliki visi, tidak memiliki konsep, sehingga seperti tidak tahu apa yang akan dikerjakan.

Seseorang yang tidak kaya ide, wawasan, dan semangat tetapi kebetulan menjadi pemimpin,maka sehari-hari akan mengalami kebingungan sendiri. Ia tidak tahu kemana organisasinya digerakkan dan bagaimana menggerakkannya. Pemimpin seperti ini biasanya mencari alasan yang sekiranya rasional, organisasinya tidak jalan. Alasan yang dianggap masuk akal adalah mengaku tidak tersedia dana yang cukup, dan daya dukung terbatas.

Padahal sebab yang paling tepat organisasinya tidak maju adalah oleh karena faktor pemimpinnya itu sendiri. Ia tidak memiliki kekayaan atau kekuatan untuk menggerakkan organisasinya itu. Manakala seorang pemimpin punya ide, wawasan, dan semangat maka kekurangan dana itu bisa dicukupi dan begitu pula daya dukung yang diperlukan.

Untuk mengimplementasikan ide, wawasan dan bahkan semangat maka diperlukan jaringan. Permimpin harus pintar membangun komunikasi dengan siapapun. Orang, lembaga, dan apa saja harus dicari dan dihimpun. Semua itu adalah kekuatan yang bisa digunakan oleh seorang pemimpin. Pemimpin tidak cukup hanya berkumpul dengan orang-orang yang dianggap sebagai kawan, orang dekat, dan kelompoknya.

Siapapun harus bisa diajak bekerjasama sesuai dengan kepentingan pemimpin yang bersangkutan. Tentu kepentingan itu beraneka ragam dan banyak jumlahnya. Oleh karena itu adanya orang yang memiliki sifat, karakter, dan perilaku yang berbeda-beda justru menjadikan seorang pemimpin memiliki kekayaan yang semakin sempurna. - See more at: http://imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=1926#sthash.4zwxzxEs.dpuf

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Menurut antum saya ini termasuk orang yang bisa jadi pemimpin tidak ustadz?

Copyright @ 2013 RUMAH KEHIDUPAN.